Rabu, 31 Maret 2010

Mengikuti Rukyah dan Fenomena Kesurupan

Istilah Rukyah mungkin anda pernah atau sering mendengarnya. Ada 2 konotasi umum tentang rukyah yaitu:

Pertama, istilah rukyah yang digunakan untuk menentukan penghitungan awal dan akhir bulan, tahun, hilal, munculnya bulan, juga istilah yang biasa digunakan untuk menentukan arah kiblat, dan sejenisnya. Kami tidak akan menulis tentang hal ini

Kedua, istilah Rukyah adalah istilah yang disandarkan (dihubungkan) dengan terapi pengobatan umat Islam khususnya dalam menghilangkan pengaruh sihir , Jin jahat, jin sakti, jin kafir, jin tidak beriman, sihir, ilmu hitam, dan pengaruh jahat lainnya dari dalam tubuh. (Insya Allah anda akan mendapatkan sedikit penjelasannya di halaman ini pada paragraf-paragraf selanjutnya)


Rukyah yang dihubungkan dengan terapi pengobatan
pengobatan rukyah kesurupanRukyah berasal dari kata bahasa Arab: al-Ruqa atau al-Ruqiyyah yang bermakna mantra atau permintaan do`a, yaitu mantra-mantra atau do`a yang digunakan untuk menghilangkan suatu penyakit.

Pada masa sebelum datangnya Islam atau awal Islam, praktek rukyah (ruqiyyah) adalah pembacaan mantra atau do`a yang biasa digunakan untuk menghilangkan penyakit demam, histeria, gigitan ular dan kalajengking, dan binatang berbisa lainnya serta juga digunakan untuk menghindari penyakit mata.

Pada masa sekarang, konotasi rukyah lebih mengarah kepada terapi pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur`an untuk menghilangkan penyakit dari dalam tubuh akibat gangguan sihir atau jin jahat. Walaupun kemudian terapi rukyah berkembang untuk tujuan-tujuan tertentu lainnya seperti membuang sial, buka usaha selalu bangkrut, dan lainnya.

Penggunaan (lebih tepatnya pembacaaan) ayat-ayat al-Quran sebagai do`a dalam rukyah biasa dilakukan oleh para terapi rukyah dengan alasan dalil Quran “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. ( QS.al isra’ : 28). Secara khusus, kami belum meneliti sebab turunnya (asbabun-Nuzul) ayat ini, apakah memang berhubungan dengan keberadaan praktek rukyah pada masa jahiliyyah pada awal Islam dahulu atau tidak ?

Pertanyaan lain: Bagaimana ketika pasien telah dibacakan ayat al-Qur`an namun hasilnya hanya keserupun doang alias penyakitnya tidak juga sembuh? Apakah lantas hal tersebut tidak melemahkan al-Quran dan akibat fatalnya adalah, bertentangan dengan informasi ayat di atas?

Insya Allah jika diberikan kesempatan, kami akan berusaha menyampaikan tentang hal ini pada halaman berikutnya juga sebagai usaha anti thesis kami terhadap pendapat dalam website tersebut.

Dalil dari hadis
  • Diriwayatkan dari Auf bin Malik Al-Asja`i, dia berkata: "Dulu pada zaman jahiliyyah, kami menggunakan mantra-mantra. Kemudian kami bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, bagaimana pendapat Tuan tentang mantra itu?" Rasulullah bersabda: "Tunjukkan kepadaku mantra-mantra yang kamu baca. Tidak masalah menggunakan mantra selama tidak mengandung kesyirikan" (baca dalam kitab Al-Salam:2200). Jika berdasarkan hadis ini, maka ada mantra yang diseleksi Rasulullah atau di Islamkan sesuai ajaran al-Quran.
  • Dari Jabir Bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW, telah melarang (Ruqiyyah) pembacaan mantra. Kemudian keluarga Amru bin Hazm mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya:"Ya Rasulullah, sesungguhnya kami memiliki mantra yang dapat digunakan untuk menghindari sengatan kalajengking, tetapi anda melarang pembacaan mantra-mantra (Rukyah)". Jabir berkata: "Kemudian mereka menunjukkan redaksi mantra-mantra tersebut kepada Rasulullah dan Rasulullah SAW Bersabda: "Saya memandang itu boleh digunakan. Barang siapa di antara kalian yang dapat memberikan manfaat buat saudaranya, maka berikanlah manfaat itu kepadanya". (Baca dalam kitab Al-Salam:2199:63). Dalam hadis ini Rasulullah juga meng-Islamkan beberapa mantra)
  • Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Al-Syifa binti Abdillah, dia berkata: "Rasulullah SAW mendatangiku ketika aku sedang berada di rumah Hafshah, lalu bersabda kepadaku: "Tidakkah kamu mengajarkan mantra kepada anak perempuan ini sebagaimana kamu mengajarkannya menulis?" (Baca bab Al-Thibb / kedokteran riwayat Abu Dawud hadis ke 3887).
  • Ada banyak dalil hadis lainnya.

Rukyah dan fenomena kesurupan
Ketika anda menonton apklikasi terapi rukyah di berbagai media televisi dan ataupun datang langsung ke tempat ahli rukyah, maka seringkali anda akan dihadapkan kepada fenomena pasien yang disebut dengan kesurupan (arti umumnya:bertingkah laku di luar kesadaran akal sehat karena pengaruh Jin, sihir, atau efek negatif lainnya).Apa Memang harus kesurupan..?

To Be Continued
Buat Tautan ke Postingan ini: Mengikuti Rukyah dan Fenomena Kesurupan

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Mengikuti Rukyah dan Fenomena Kesurupan