Jumat, 04 Oktober 2019

Selamat Pagi Bersyukur kepada Allah, Bersholawat Untuk Rasulullah

Selamat Pagi, Salam Pagi Bersyukur kepada Allah, Bersholawat Untuk Rasulullah. Jangan meremehkan (membuang) kesempatan memohon ampunan kepada Allah, Anda tidak tahu berapa banyak kebaikan yang akan anda miliki, dan berapa banyak dosa anda yang akan diampuni oleh Allah.

selamat pagi salam pagi doa pagi

Karena itu, slalu meminta pengampunan kepada Allah !

استغفرالله العظيم

Isi Doa anda mulai pagi ini dan seterusnya
Berdoalah kepada Allah agar anda diberikan akhir kehidupan dunia dalam keadaan yang husnul khatimah, tidak dimatikan kecuali dalam keadaan menjadi Islam (muslim), tidak meninggalkan kehidupan dunia fana ini kecuali dalam keadaan ketetapan iman dan Islam yang mantap yang otomatis juga dalam keadaan telah bersunguh-sungguh bertobat dari semua dosa, serta di akherat kelak mendapatkan syafaat dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam.

Berdoalah juga kepada Allah agar dalam kehidupan dunia anda senantiasa dianugrahi berbagai kesempurnaan nikmat, rahmat, dan berkah hanya dari Allah subhanahu wa ta`ala. selalu berada dalam cahaya hidayah dari Allah, dijauhkan dari kesesatan, serta mampu mengisi waktu dari seluruh sisa umur yang tersisa dengan berbagai amal kebaikan yang diperintahkan Allah, disunnahkan oleh Rasulullah, dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah.


Kamis, 03 Oktober 2019

Coba Keluar dari Tempurung Kebodohan Anda

Jika anda merasa lebih pandai (hebat) dan kemudian membuat anda menjadi orang yang sombong yang merendahkan orang lain, maka cobalah keluar dari tempurung anda, maka anda akan melihat betapa sangat banyaknya orang yang lebih pandai dan melampaui berkali-kali lipat dari batas kepandaian anda...


Namun terkadang sifat bawaan (karakter setanik) yang sudah terlalu buruk menggerogoti akal dan hati seseorang, telah membuat orang itu semakin buta dan bodoh, sehingga walau pun ia telah berada di antara orang-orang yang bermata sangat tajam dan berwawasan luas dalam berbagai skill dan ilmu pengetahuan serta sangat berpengalaman, namun orang sombong tadi, tetap saja merasa dirinya lebih pandai dalam melihat dan merasa lebih pintar dalam segala hal.

Karena itulah, Rasulullah mengajarkan kita akhlak yang mulia. Sebagian di antaranya seperti kesabaran, keikhlasan, dan tawaddu`.

Minggu, 11 Agustus 2019

Selamat Hari Raya Haji- Hari Raya Idul Adha

Hari ini adalah hari yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019 M atau dikenal juga dengan nama Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban.

gambar ucapan selamat hari raya idul adha

Pada hari yang sama ini, umat muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah sholat Idul Adha dan dilanjutkan dengan ibadah qurban dengan melakukan penyembelihan hewan Qurban (kambing atau sapi) bagi yang mampu.

Pada kesempatan ini, seluruh tim webmaster majlisasmanabawi dan para guru spiritual YMAN dan serta sahabat YMAN, menyampaikan takbir dan ucapan:

Selamat menjalankan Ibadah Sholat Idul Adha dan Ibadah Qurban
Selamat Hari Raya Haji
Selamat Hari Raya Idul Adha (Eid Mubarak)
Mohon Maaf Lahir dan Batin 🙏🏼🙏🏼🙏🏼

Sabtu, 10 Agustus 2019

Hadits Sebaik-Baiknya Doa adalah Doa Pada Hari Arafah

Hari ini dalam ajaran Islam disebut sebagai hari Arofah karena jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.  Artinya hari Arofah untuk tahun ini jatuh pada hari Sabtu tanggal 10 Agustus 2019.

jamaah hajji di hari arafah 9 dzulhijjah

Apa yang diajarkan oleh agama Islam berkaitan dengan hari Arofah ini?
Salah satunya kita dapat mengetahuinya dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh para ahli hadits di antaranya berikut ini:

Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Terjemahannya:
Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan: “LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).”
(HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dilihat dari syawahid atau penguat-penguatnya, lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503, 4:8.)
Karena itu, manfaatkan kesempatan pada hari ini untuk berdoa memohon ampunan kepada Allah, dan memohon hajat apapun yang baik yang anda inginkan. Semoga menjadi pahala dan Allah pun mengabulkan permohonan doa anda. Amin.

Selain tentang berdoa di hari Arofah, ajaran Islam juga menganjurkan bagi  anda yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji, untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah Arafah. Baca: Tentang Puasa Sunnah Tarwiyyah dan Puasa Arafah.

Jumat, 09 Agustus 2019

Tentang Puasa Sunnah Tarwiyah dan Puasa Arafah

Untuk tahun ini, puasa Tarwiyah bertepatan jatuh pada hari Jumat, 8 Dzulhijjah / 09 Agustus 2019, dan puasa Arafah jatuh pada hari Sabtu , 9 Dzulhijjah / 10 Agustus 2019.

gambar niat puasa tarwiyah dan puasa arafah

Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim sedunia, agar kita dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Namun, bagi para jamaah haji itu sendiri haram hukumnya untuk berpuasa di hari Arafah 9 Dzulhijjah.

Arti dari Puasa Tarwiyah adalah (Merenung atau berpikir) yaitu puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni 8 Dzulhijjah, yaitu hari sebelum hari wukuf.

Adapun yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah (Mengetahui) puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf di padang Arafah.

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arofah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah:

  • Barang siapa yang menjalankan Puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun yang lalu yang telah terlewati.
  • Sedangkan yang berpuasa di hari Arofah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang)
  • Dan yang melaksanakan dua puasa ini akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu:
  • Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
  • Allah akan menambah harta.
  • Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya.
  • Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
  • Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.
  • Allah akan memudahkan kematiannya.
  • Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah.
  • Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
  • Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini.
  • Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

Alangkah banyak keberkahan dan kebahagiaan yang Allah berikan bagi orang yang menjalankan puasa Tarwiyah dan Arofah. Semoga kita termasuk di dalamnya.

NIAT PUASA
Do'a Niat Puasa Tarwiyah
ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﺗﺮﻭﻳﻪ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
NAWAITU SHOUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”
Do'a Niat Puasa Arafah
ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.
NAWAITU SHOUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Arofah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Rabu, 07 Agustus 2019

Kyai Maimun Zubair (Mbah Moen) Ulama Kharismatik - Kini Telah Tiada

Seperti tak berasa, menetes air mata ini mengiringi hati dan pikiran yang seperti terkena hantaman kesedihan yang sangat dalam, tak kala mendengarkan dan membaca kabar berita tentang kepergiaan beliau untuk selamanya. Kepergian salah satu satu sosok ulama kharismatik Indonesia saat ini untuk selamanya dari kehidupan dunia fana ini.


Bersamaan mata kami yang basah karena kesedihan kami, Kami tidak kuatir dengan kepergianmu dari sisi kami, Karena Allah akan menempatkan para Ulama (Pewaris Nabi) dalam kedudukan yang terbaik bersama Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam di akhirat kelak. Kami cuma kuatir jika setelah kepergianmu, kami melupakan nasehat-nasehatmu.


Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. 😢
Selamat Jalan Kyai Maimun Zubair (Mbah Moen).
Semoga generasi kami mampu mengamalkan ajaran Rasulullah secara benar seperti nasehat-nasehatmu. 
Selamat Jalan Wahai Guru Kami Mbah Moen
Selamat Jalam Wahai Ulama kami: Mbah KH Maemun Zubair
Selamat Jalan Wahai Syaikhona Maimoen

Sekilas Biografi:
KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen, kini telah meninggal dunia. Semasa hidupnya menjadi pengasuh pondok pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Menjadi Mustasyar (penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Pendakwah Islam dan Guru. Beliau adalah sosok Kiai kharismatik yang wafat di usia 90 tahun di Tanah Suci Kota Mekkah al-Mukarromah pada hari Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 waktu Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji di Makkah. Mbah Moen kelahiran 28 Oktober 1928.

Mbah Moen juga berkeinginan agar diwafatkan Allah pada hari Selasa ketika sedang melaksanakan ibadah haji.

Keinginan Mbah Moen tersebut diungkapkan KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) melalui akun Facebooknya. Gus Anam merupakan salah seorang menantu Mbah Moen dan yang mendampinginya di Tanah Suci Makkah saat ini. “Mbah Yai Maimun pernah dawuh, minta didoakan meninggal pada hari Selasa karena biasanya orang ahli ilmu itu meninggalnya hari Selasa. Dan minta didoakan meninggal di Makkah pas haji,” kata Gus Anam melalui Facebooknya yang diakses NU Online Selasa (6/8) pukul 11.25. (Sumber: nu.or.id)

Sabtu, 15 Juni 2019

Photo Makam Sulthon Aulia' sayyidina Syekh Abdul Qadir Jaelani

Berikut ini adalah Makam Sulthon Aulia' sayyidina Syekh Abdul Qadir Jaelani.


Kisah ini diriwayatkan dari Syeikh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah.

 Pada suatu saat, ketika Syeikh Abdul Qadir bersama-sama santri-santrinya sedang berjalan melewati sebuah gang di kota Baghdad Lama, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang pemabuk yang sedang terbaring di selokan di pinggir jalan. Pakaiannya kotor dan kumuh. Tanpa terduga, pemabuk itu menghentikan langkah rombongan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dan santri-santrinya.

Ia memanggil-manggil Syeikh Abdul Qadir al-Jailani seraya berkata, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Sambil tersenyum ramah Syeikh Abdul Qadir menjawab pertanyaan itu, “Tentu. Allah Maha Kuasa.”

Seolah tidak mendengar jawaban Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, pemabuk bertanya kembali, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Dengan tersenyum penuh kasih sayang, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani meladeni pertanyaan pemabuk itu, “Pasti. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya.”

Untuk yang ketiga kalinya, pemabuk itu mengajukan pertanyaan yang sama, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Disaat pertanyaan yang ketiga, tetiba Syeikh Abdul Qadir al-Jailani menangis tersedu. Beliau bersujud kepada Allah lalu berkata, “Demi Allah, wahai saudaraku. Allah itu Maha Kuasa, Maha Kuasa, Maha Kuasa.”

Setelah itu, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani memerintahkan kepada santri-santrinya untuk membawa pemabuk itu ke pondok dan memandikannya. Mereka juga diperintahkan untuk memuliakan dan melayaninya dengan sebaik-baiknya.

Melihat sikap dan tindakan gurunya, santri-santri itu terkejut dan penasaran. Akhirnya, Mereka memberanikan diri untuk bertanya tentang rahasia di balik pertanyaan-petanyaan pemabuk itu.

Syeikh Abdul Qadir al-Jailani mendengar pertanyaan santri-santrinya dengan sabar penuh perhatian. Beliau lalu berkata, “Anak-anakku, maksud pertanyaan pertama pemabuk itu adalah, apakah Allah Maha Kuasa menerima taubatku atau tidak? Maka aku jawab: Tentu. Allah Maha Kuasa untuk menerima taubatmu. Sedangkan, maksud pertanyaan yang kedua adalah, apakah Allah Maha Kuasa menjadikanku berada pada kedudukanmu? Maka aku menjawab: Tentu. Allah Maha Kuasa untuk itu. Dan pada pertanyaan yang ketiga maksudnya, apakah Allah Maha Kuasa menjadikanmu berada pada kedudukanku? Pertanyaan ketiga inilah yang menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah. Lalu aku jawab dengan hati tergetar: Tentu. Allah Maha Kuasa, Maha Kuasa, Maha Kuasa. Pertanyaan itu pula yang mendorongku untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah. Semoga Allah memelihara kesehatanku dan menutupi aibku.”

Pelajaran penting yang bisa dipetik dari kisah ini adalah agar kita tidak tertipu dengan kedudukan, amal perbuatan dan ilmu yang kita miliki. Maha Suci Dzat yang senantiasa mengubah dan tidak pernah berubah. Dalam sujud ketika shalat, senantiasalah kita berdoa “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Sumber: Dr. Abd al-Fattah Qudaisy al-Yafi’iy, Sana’a University

Jika anda berada di Ciputat dan sekitarnya, Tangerang, Banten, Jakarta, dll dapat mengikuti pengajian zikir dan manaqib  setiap bulan sekali tentang:
 
Sulthon Aulia' sayyidina Syekh Abdul Qadir Jaelani..
Melalui kitab Manaqib Jauharil Ma'aniy

Silahkan hubungi nomor Whats UP yg tersedia di situs ini.