Sabtu, 15 Juni 2019

Photo Makam Sulthon Aulia' sayyidina Syekh Abdul Qadir Jaelani

Berikut ini adalah Makam Sulthon Aulia' sayyidina Syekh Abdul Qadir Jaelani.


Kisah ini diriwayatkan dari Syeikh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah.

 Pada suatu saat, ketika Syeikh Abdul Qadir bersama-sama santri-santrinya sedang berjalan melewati sebuah gang di kota Baghdad Lama, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang pemabuk yang sedang terbaring di selokan di pinggir jalan. Pakaiannya kotor dan kumuh. Tanpa terduga, pemabuk itu menghentikan langkah rombongan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dan santri-santrinya.

Ia memanggil-manggil Syeikh Abdul Qadir al-Jailani seraya berkata, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Sambil tersenyum ramah Syeikh Abdul Qadir menjawab pertanyaan itu, “Tentu. Allah Maha Kuasa.”

Seolah tidak mendengar jawaban Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, pemabuk bertanya kembali, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Dengan tersenyum penuh kasih sayang, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani meladeni pertanyaan pemabuk itu, “Pasti. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya.”

Untuk yang ketiga kalinya, pemabuk itu mengajukan pertanyaan yang sama, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Disaat pertanyaan yang ketiga, tetiba Syeikh Abdul Qadir al-Jailani menangis tersedu. Beliau bersujud kepada Allah lalu berkata, “Demi Allah, wahai saudaraku. Allah itu Maha Kuasa, Maha Kuasa, Maha Kuasa.”

Setelah itu, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani memerintahkan kepada santri-santrinya untuk membawa pemabuk itu ke pondok dan memandikannya. Mereka juga diperintahkan untuk memuliakan dan melayaninya dengan sebaik-baiknya.

Melihat sikap dan tindakan gurunya, santri-santri itu terkejut dan penasaran. Akhirnya, Mereka memberanikan diri untuk bertanya tentang rahasia di balik pertanyaan-petanyaan pemabuk itu.

Syeikh Abdul Qadir al-Jailani mendengar pertanyaan santri-santrinya dengan sabar penuh perhatian. Beliau lalu berkata, “Anak-anakku, maksud pertanyaan pertama pemabuk itu adalah, apakah Allah Maha Kuasa menerima taubatku atau tidak? Maka aku jawab: Tentu. Allah Maha Kuasa untuk menerima taubatmu. Sedangkan, maksud pertanyaan yang kedua adalah, apakah Allah Maha Kuasa menjadikanku berada pada kedudukanmu? Maka aku menjawab: Tentu. Allah Maha Kuasa untuk itu. Dan pada pertanyaan yang ketiga maksudnya, apakah Allah Maha Kuasa menjadikanmu berada pada kedudukanku? Pertanyaan ketiga inilah yang menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah. Lalu aku jawab dengan hati tergetar: Tentu. Allah Maha Kuasa, Maha Kuasa, Maha Kuasa. Pertanyaan itu pula yang mendorongku untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah. Semoga Allah memelihara kesehatanku dan menutupi aibku.”

Pelajaran penting yang bisa dipetik dari kisah ini adalah agar kita tidak tertipu dengan kedudukan, amal perbuatan dan ilmu yang kita miliki. Maha Suci Dzat yang senantiasa mengubah dan tidak pernah berubah. Dalam sujud ketika shalat, senantiasalah kita berdoa “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Sumber: Dr. Abd al-Fattah Qudaisy al-Yafi’iy, Sana’a University

Jika anda berada di Ciputat dan sekitarnya, Tangerang, Banten, Jakarta, dll dapat mengikuti pengajian zikir dan manaqib  setiap bulan sekali tentang:
 
Sulthon Aulia' sayyidina Syekh Abdul Qadir Jaelani..
Melalui kitab Manaqib Jauharil Ma'aniy

Silahkan hubungi nomor Whats UP yg tersedia di situs ini.

Rabu, 03 April 2019

Ayat dan Hadits Nabi Tentang Isra Miraj

Majlisasmanabawi menyampaikan selamat memperingat Isra` Mi`raj Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam 27 Rajab.

Minggu, 17 Maret 2019

Bijaklah Dalam Menilai Buruk Orang Lain, Apalagi Baru Anda Kenal

Dalam hal menilai orang lain, hendaklah lakukan dengan cara yang bijak dan tidak sembarangan serta tidak menyebarkan begitu saja hasil penilaian anda itu kepada tetangga, teman, atau kolega anda, karena bisa saja penilaian anda itu salah dan menimbulkan fitnah.

Sabtu, 16 Maret 2019

About Jin, Heretical Thoughts Blur Your Eyes

Heretical thoughts can make your eyes look damaged not clear anymore. Seeing anyone always with a problematic or negative view. Everyone in your eyes is no longer a good person. They are like this or that! And you are more holy than them!

Tentang Jin, Pemikiran Yang Sesat Mengaburkan Pandangan Matamu

Pemikiran sesat dapat membuat pandangan matamu pun menjadi rusak tidak lagi jelas. Melihat siapa pun selalu dengan pandangan yang bermasalah atau negatif. Semua orang di matamu tidak lagi sebagai orang yang baik. Mereka beginilah atau begitulah ! Dan Kau lebih suci dari pada mereka !

Selasa, 12 Maret 2019

Because Receiving Rp. 21 million, This Guru was insulted

The following notes are written based on a true story about a spiritual guru who lives modestly in a rented house with his family in an area in Indonesia. Just name this Guru as (SDR = pseudonym).

Senin, 11 Maret 2019

Karena Menerima 21 Juta, Guru ini pun Dihina

Catatan berikut ini, merupakan kisah nyata dari seorang guru spiritual yang hidup sederhana mengontrak di sebuah rumah bersama keluarganya di suatu daerah di Indonesia. Sebut saja namanya (SDR=nama samaran)