Minggu, 31 Mei 2009

SYUKUR NIKMAT


Mensyukuri Nikmat Allah
Bedul, seorang pemuda lajang yang bekerja pada kakak sepupunya sudah hampir 3 tahun lamanya untuk menjaga kios burung dan menjual burung-burung dagangan kakak sepupunya tersebut yang berada di kawasan pinggiran Jakarta. Selama 3 tahun tersebut, si Bedul tinggal di kios burung kakak sepupunya jauh dari ke-2 orang tua dan saudara kandungnya yang berada di kampung, Padang Sumatra Barat.

Setiap pagi dengan telaten dan rajin si Bedul membersihkan semua kandang burung dan menjemur burung-burung dagangannya. Dan setiap sore pula, si Bedul memasukkan semua burung ke dalam kios.

Pada suatu hari, selepas sholat zuhur, sambil duduk nyantai dan menunggu konsumen yang mau membeli burung atau makanan burung di kios, si Bedul terlihat asyik mengisap sebatang rokok sampurna di jari tangannya. Sambil menghisap rokok di jarinya, si Bedul memandangi si Murdoc yang sedang bernyanyi. Murdoc adalah seekor burung murai, salah salah satu di antara burung murai terbaik yang ada di kios Bedul. Diiringi dengan tarian indah ekornya laksanakan sang biduwan bernyanyi dan berjoget di atas panggung, Murdoc memperdengarkan alunan suara merdunya di atas panggung tangkringan sangkarnya. Bedul dengan asyik seakan tidak mempuanyai beban masalah dunia, menikmati alunan merdu Murdoc sambil sesekali menghihap rokoknya.

Setengah jam berlalu, datang Trevellond yang merupakan sahabat plus konsumen yang suka membeli makanan burung di kios Bedul. Setelah mengucap salam, Trevellond duduk di salah satu kursi yang tersedia dan langsung bergabung dengan Bedul ikut menikmati alunan merdu suara Murdoc.

Waw hebatnya Murdoc, Travellond mengawali pembicaraan dengan Bedul. Dul, sepertinya Murdoc sudah siap mengikuti tour keliling show-nya. bukannya minggu depan jadwal tournya? Bedul menjawab: Om Travellond, tergantung bos aje-lah. Tugas ane kan hanya menjaga stamina si Murdoc. Travellond: Kalau mau tour, ajak si Merlin untuk menemani Murdoc. Merlin adalah seekor burung kenari milik Travellond yang dititip di kios untuk dipelihara Bedul.

Percapan antara Bedul dan Travellond terus berlanjut seputar Murdoc dan Merlin hingga 1 jam tanpa terasa berlalu. Seakan bosan, Travellond mengalihkan pembicaraan ke tema lainnya dan memang saat itu Murdoc sudah berhenti bernyanyi karena capek.

Dul, apa ente nggak bosan di kios melulu, hiburan hanya burung, pacar nggak punya, keluarga jauh? Bedul: Kenapa harus bosan OM? biar hiburan banyak, pacar berderet, keluarga dekat, kalau pikirannya sress, ya tetap saja bosan om. Travellond: ente hebat juga ye, kalau dipikir-pikir, masa depan layaknya orang kaya sukses, rasanya mustahil jika mengharapkan di kios. Tapi ente tetap saja rajin dan ulet serta tidak pernah mengeluh. terus bekerja dan berdoa. Bedul: itulah OM, model seperti saya ini, harus mengerti kondisi diri sendiri dan Qona`ah serta jangan berharap berlebihan di luar kemampuan. Orang-orang yang banyak terkena stres, sakit, dan lain-lain, itu karena mengharapkan sesuatu yang jauh di luar kemampuan diri-nya sendiri. Ketika Tuhan seperti tidak mengabulkan do`a dan usahanya nya, ia langsung stress.

Travellond tersenyum mendengar penjelasan Bedul. Dalam hatinya, iapun berpikir: Bedul ada benarnya juga, seharusnya hidup itu harus disyukuri dan dinikmati bukan dicela dan dimaki. semakin kita mampu bersyukur dan menikmati pemberian Allah sebaik-baiknya, tentunya nikmat Allahpun akan ditambah, ya minimal nikmat berkah hiduplah. Bordon salah satu Jin Muslim yang kebetulan suka tidur di kios, dan mengetahui pikiran Travellond menimpali dengan membaca firman Allah: "Jika engkau Mensyukuri Nikmat-KU, maka AKU akan menambah bagimu nikmat-KU, sebaliknya jika engkau kufur akan nikmat-KU, maka ingatlah azab-KU sangat pedih" (Al-ayat). azab stress, azab bangkrut, azab susah, dan azab dunia lainnya.
to be contunued...
Buat Tautan ke Postingan ini: SYUKUR NIKMAT

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: SYUKUR NIKMAT