Jumat, 04 Desember 2009

When Life Seems Hard

"When Life Seems Hard", tanpa sengaja kami menemukan kalimat berbahasa english ini dalam sebuah tayangan iklan di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. "Ketika hidup terasa berat" lebih kurang itulah arti singkat dari kalimat bahasa english tersebut yang diterjemahkan oleh sahabat spiritual kami, DR Azrul di Malaysia. Dalam kesempatan ini kami tidak akan menulis mengenai tata bahasa english maupun Indonesia. Hanyalah mencoba menulis sebuah artikel sehubungan dengan tema utama blog sederhana ini yang mencoba mengarahkan anda "How to build up your life in Religious Spiritualistic Framework".

"Ketika hidup terasa / berasa berat", susunan kalimat ini singkat, namun ternyata, mengandung tekanan makna yang cukup dalam (Deep Meaning) dan merupakan sebagian besar dari problematika hidup manusia. Kalimat singkat dan sederhana ini mengandung pertanyaan yang tersembunyi (Hidden Question) yang menantang siapa saja yang terlahir hidup di dunia ini untuk menjawabnya. Ketika hidup berasa berat, The hidden Question is Apa yang akan / harus anda lakukan ?

Nilai berat ringannya suatu problem hidup akan berbeda-beda tiap orang. Bagi suatu keluarga miskin yang hidupnya pas-pasan dan harus menyekolahkan anak-anak mereka, hidup berasa berat bagi mereka ketika mereka dipaksa harus membayar biaya sekolah yang mahal. Sebaliknya, bagi pengusaha kaya milyoner dan para pejabat yang mampu, biaya sekolah mahal bukanlah menjadi problem bagi mereka. Mungkin saja bagi keluarga kaya ini, hidup akan berasa berat bagi mereka, ketika bisnis mereka gagal, atau ketika mereka terlibat korupsi, white criminal, dan sebagainya.

Lantas, apakah berat dan ringannya problem hidup ini dinilai dengan kekayaan (harta)? Beberapa keluarga pengemis miskin yang sama sekali tidak mampu menyekolahkan anaknya bahkan orang tua bersama anak-anaknya ikut mengemis dari rumah ke rumah, sambil lalu mencari barang-barang bekas di tong-tong sampah kalau-kalau ada yang bisa dimakan atau dijual lagi, bagi mereka, sekolah anak-anak bukanlah persoalan lagi, hidup berasa berat bagi mereka adalah ketika mereka tidak mendapatkan uang untuk membeli makanan mereka pada hari itu / setiap harinya.

Menyinggung pengemis, mungkin saja masih berhubungan dengan sedikit persoalan harta (sebab tidak punya uang, maka tidak bisa membeli apa saja termasuk makanan). Namun contoh berikut, kami sering didatangi client kami dari golongan kaum hawa, sambil menangis mereka bercerita dan mengadukan problem beratnya kepada kami yang ternyata tidak berhubungan sama sekali dengan uang ataupun makanan (isi perut), akan tetapi lebih melibatkan pada masalah cinta (asmara). Dan masih banyak contoh lainnya.

Ketika hidup berasa berat, apa yang akan / harus anda lakukan? mungkin problem beratnya adalah bagimana anda mampu menjawab the hidden question itu sendiri. Dalam konsep agama, menjawab the hidden question ini hendaklah jangan sampai melanggar berbagai ketetapan aturan agama.

Ketika seorang peserta CPNS bulan lalu menulis jawaban ujian tes kerja dengan pensil khusus dan seluruh jawabannya benar, tapi ternyata ia menjawabnya dengan mencontek. Maka CPNS ini dianggap telah gagal (tidak lulus tes). Ketika anda mampu menjawab persoalan ekonomi anda dengan mencuri, korupsi, dan seterusnya, maka anda dianggap gagal dalam konsep agama. Ketika anda mampu menjawab persoalan seksualitas asmara anda dengan berzina, maka anda juga dianggap gagal, dan seterusnya.

Ketika hidup berasa berat, apa yang akan / harus anda lakukan ? tulislah jawaban anda di lembaran kertas pemberian Allah yaitu syukur, sabar, dan takwa, maka Insya Allah anda akan menemukan jawaban the hidden question tersebut.
Buat Tautan ke Postingan ini: When Life Seems Hard

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: When Life Seems Hard