Selasa, 08 Februari 2011

Siapa Setan dan Malaikat (Konflik Ahmadiah)

Pengalaman Spritual Seputar Konflik Ahmadiah.
Siapa yang benar dan siapa yang salah, Siapa yang menjadi setan dan siapa yang menjadi malaikat, siapa yang betul-betul agamis dan siapa yang betul-betul berprilaku brutalis, siapa yang membuat kebajikan dan siapa yang berbuat kezaliman. Itulah pertanyaan tersembunyi ketika seseorang merasa dirinya paling benar dan paling suci.

Banyak peristiwa mencatat bahwa perilaku emosi sering kali menjadi nafsu amarah yang tidak terkendali dan akhirnya dikendalikan oleh para laskar setan menjadi mesin-mesin penghancur dan pembunuh yang sangat brutal. Melakukan pengrusakan di mana-mana dan terlihat tidak beradab bahkan seringkali jika emosi yang tidak terkendali menimbulkan aksi yang betul-betul tidak beradab bahkan melebihi ketidakberadaban dari zaman orang yang tidak punya adab. Andaikata nabi diturunkan pada zaman sekarang, maka mungkin kitab sucinya akan mengatakan kalau umat manusia pada masa sekarang sangat jauh lebih jahiliyyah dari pada masa jahilyyah tahun gajah dahulu.

Menyikapi Konflik seputar Ahmadiah,
Setan memang ada di mana-mana, pemimpinnya sang Iblis juga tak henti-hentinya memberikan instruksi untuk menggoda anak cucu Nabi Adam hingga kiamat tiba. Demikian pula dalam setiap keadaan apapun baik sendiri maupun berkelompok, terorganisasi atau pun tidak, menjadi seorang presiden ataupun hanya sekolompok warga sipil, maka Iblis dan para sekutunya setan akan tetap menggoda umat manusia agar keluar dari jalur-jalur koridor tuntunan jalan-jalan Rasul dan nabi. Seperti juga dalam setiap konflik yang terjadi antara warga dan jamaat Ahmadiah.

Anda menjadi manusia apapun dan berada dalam kelompok apapun terkecuali jika memang anda adalah seorang malaikat, maka pasti anda akan digoda oleh Iblis dan para sekutunya, setan. Dan memang anda bukan malaikat, melainkan anda hanyalah manusia biasa yang bisa tergoda oleh Iblis dan setan.

Perang dengan Alasan Agama
Perang tidak dilarang dalam Islam, namun berperanglah jika menurut agama sudah waktunya untuk berperang. Dan berperanglah secara beradab sesuai dengan konsep "rahmatalil 'Alamin". Perang dalam agama bukanlah sebagai pengrusak dan penghancur namun dalam misi menebarkan kedamaian dan ketentraman bukan hanya bagi rakyat namun termasuk bagi para musuh-musuhnya. Janganlah anda menjadikan alasan agama jika sebenarnya anda melakukan kebiadaban yang melanggar nilai-nilai agama.

Penutup
Tulisan ini tidak mewakili siapapun dan membela siapapun. Kecuali semata menyampaikan bahwa "Waspadalah,.... bukan hanya penjahat yang ada dimana-mana tapi setan ada di mana-mana"
Buat Tautan ke Postingan ini: Siapa Setan dan Malaikat (Konflik Ahmadiah)

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Siapa Setan dan Malaikat (Konflik Ahmadiah)