Jumat, 15 April 2011

Fenomena Serangan Ulat Bulu Vs Kisah Nabi Ayyub as

Fenomena Wabah Ulat Bulu di Indonesia
Wabah ulat bulu yang ditemukan pertama kali di beberapa kabupaten di Probolinggo, Jawa Tengah, kemudian muncul di beberapa daerah lain seperti Kediri, Madiun, dan beberapa wilayah lainnya di Pulau jawa. Selanjutnya dalam seminggu terakhir wabah ulat bulu juga ditemukan di 6 Kabupaten di Provinsi Bali seperti Denpasar, Klungkung, Buleleng, Karangasem, Jembrana, dan Gianyar. Tidak sampai di situ saja, Hama Ulat bulu juga ternyata muncul di DKI Jakarta seperti di Tanjung Duren Jakarta Barat dan di Kawasan pemakaman umum, Rawa Badak, Jakarta Utara.

Kenapa Ulat Bulu ini Terus Berkembang
gambar fenomena wabah ulat bulu di Jakarta IndonesiaMenurut penelitian para ahli hama pertanian menjelaskan, ada beberapa faktor kuat yang menyebabkan pertumbuhan populasi hama ulat bulu di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain seperti: Iklim cuaca yang memang mendukung pertumbuhan populasi hama ulat bulu, predator pemangsa ulat bulu seperti burung-burung pemakan ulat yang sudah berkurang, dan semut-semut rangrang di pepohonan yang juga sudah habis, sehingga ulat bulu dapat berkembang dengan bebas. (Semuanya terjadi disebabkan karena ulah tangan jahil manusia?)

Akibat wabah ulat bulu ini, tidak hanya merusak tanaman tetapi juga mengakibatkan penyakit kulit berupa gatal-gatal akibat terkena ulat bulu. Dan semua itu akhirnya menimbulkan penderitaan bagi warga.

Serangan Ulat Belatung Kepada Nabi Ayyub
Salah satu Nabi Allah yang dikenal kaya, punya banyak anak, dan kemudian mendapatkan ujian dari Allah adalah Nabi Ayyub as. Kisah tentang nabi Ayyub ini diabadikan dalam kitab suci al-Qur`an di antaranya terdapat dalam surah al-Ambiya 83-44 dan juga terdapat dalam surah al-Shad 41-42.

Di antara ujian yang diterima Nabi Ayyub adalah dimusnahkan harta bendanya, selain itu, Nabi Ayyub as juga terkena penyakit kulit yang parah dan menjijikkan sehingga dijauhi oleh seluruh warga di sekitar tempat tinggalnya. Saking parahnya penyakit Nabi Ayyub ini, diriwayatkan jika ulat-ulat belatung bahkan menempel dan menggerogoti serta memakan kulit dan daging nabi Ayyub a.s. Menurut para Ulama ujian penderitaan yang dialami Nabi Ayyub ini terjadi selama 7 tahun beberapa bulan. Ada juga yang menjelaskan selama 3 tahun atau 18 tahun.

Walaupun mendapatkan ujian yang sangat berat dengan kehilangan harta bendanya sekaligus langsung terkena penyakit yang luar biasa parah dan menjijikkan, namun Nabi Ayyub as mampu membuktikan dirinya sebagai orang yang juga luar biasa sabar dalam menerima ujian cobaan penderitaan yang diberikan Allah kepadanya.

Fenomena Ulat Bulu VS Ulat Belatung Nabi Ayyub
Cerita tentang kisah ujian yang diterima oleh Nabi Ayyub as di atas, mungkin sangat tidak tepat untuk dijadikan kias perbandingan dengan fenomena serangan wabah ulat bulu yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.

Hanya saja, jika warga Indonesia hanya diserang ulat bulu dan terkena kulit mengakibatkan gatal-gatal, namun dalam beberapa menit / jam kemudian, rasa gatal akan hilang dengan sendirinya, dan hal tersebut sudah memberikan penderitaan yang luar biasa bagi warga bahkan mungkin ada yang hampir putus asa sebab wabah ulat bulu masih saja terus ada dan memakan tanaman. Coba anda bandingkan bagaimana besarnya penderitaan yang dialami oleh Nabi Ayyub as yang kehilangan seluruh harta bendanya sekaligus terkena penyakit kulit menjijikkan dan dijauhi seluruh warga pada masanya, namun begitu Nabi Ayyub as tetap bersabar dan ikhlas.

Fenomena Cerita Kisah lainnya:
Benci Dendam Kusumat Membawa Derita
Buat Tautan ke Postingan ini: Fenomena Serangan Ulat Bulu Vs Kisah Nabi Ayyub as

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Fenomena Serangan Ulat Bulu Vs Kisah Nabi Ayyub as