Rabu, 03 Agustus 2011

Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Ramadhan

Artikel Tentang Puasa- Hal Yang Membatalkan Puasa
Seperti sudah diketahui bahwa menjalankan ibadah puasa pada bulan ramadlan adalah suatu kewajiban yang diperintahkan kepada seluruh Umat Muslimin dan muslimat yang beriman yang sudah balligh.

Selanjutnya, untuk mencapai atau mendapatkan ibadah puasa yang sempurna di hadapan Allah maka syarat mutlak yang pertama adalah niat (nawaitu) yang benar yaitu menjalankan puasa dengan ikhlas penuh ketakwaan lillahi ta`ala semata karena Allah bukan karena ada maksud-maksud lain seperti agar ilmu batinnya bertambah, supaya kekuatan ilmu gaibnya lebih sempurna, malu dengan istri sebab istri puasa, tidak enak dengan teman-teman sekantor, karena semua teman pada menjalani puasa ramadhan, dst.

Niat Puasa Ramadhan sederhana (terjemahan): Aku berniat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan esok hari karena telah difardukan atas diriku berpuasa ramadhan lillahi ta`ala.

Setelah niat yang benar, jalankan puasa dengan menghindari hal-hal yang membatalkan puasa ramadhan, di antaranya seperti:

Memasukkan sesuatu ke dalam perut: seperti makan dan minum walau hanya sedikit atau secuil saja. Dalam fiqh kontemporer dijelaskan termasuk seperti suntikan yang mengenyangkan atau melakukan transfusi darah agar kuat berpuasa.

Hal-hal yang berhubungan dengan nafsu seksual: seperti berhubungan badan / bersenggama (jima`), mengeluarkan mani saat terjaga atau melakukan onani, ciuman, dan sejenisnya. Ada juga pendapat jika keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja.

Sengaja Muntah: Yaitu secara sengaja mengeluarkan isi perut (makanan dan minuman) dari mulut maka puasanya batal terkecuali apabila muntah terjadi tanpa sengaja seperti sebab sakit atau demam. Hal ini seperti dijelaskan oleh hadist Rasulullah:

"Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha" (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

Keluarnya darah haid dan nifas bagi kaum wanita. Jika seorang wanita yang sedang menjalankan puasa dan mendapatkan darah haid atau nifas nya keluar di antara waktu mulai Imsak hingga sebelum terbenam matahari (beduk magrib), maka pada saat itu terjadi, puasanya dianggap batal dan wajib mengganti puasanya di lain hari.

Murtad (Keluar dari agama Islam): Apabila seorang muslim baik laki dan perempuan sedang melakukan ibadah puasa, namun kemudian ia murtad atau keluar dari Islam, maka saat itu puasanya telah dianggap batal. Secara umum dijelaskan oleh Allah dalam surah Al-An~`am:88:

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan (Al-An~`am:88).

Selain beberapa hal di atas silahkan anda perdalam dalam beberapa kitab fiqh tentang puasa yang sudah banyak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Bagi orang yang berpuasa diharuskan untuk menjaga seluruh jasmani dan ruhaninya dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah puasanya seperti sengaja berdusta (Kazzab), mengadu domba (namimah), menjelekkan orang lain (ghibah), melaknat orang lain, mencaci maki dan marah, menggunakan mata untuk maksiat, dan perbuatan tercela lainnya seperti korupsi, mencuri, merampok, membunuh, menerima suap, dll.

Agar anda mempunyai spirit ramadhan, ada baiknya jika anda membaca tentang:
Ketetapan Awal Ramadhan 1432 H
Keutamaan Bulan Suci Ramadhan
Puasa Ramadhan Bersihkan Jasmani dan Ruhani
Buat Tautan ke Postingan ini: Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Ramadhan

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Ramadhan