Selasa, 16 Agustus 2011

Merdeka Atau Harus Dihukum Pancung di Negara Lain

Merdeka Atau Mati
Menyambut hari kemerdekaan RI ke-66, bertebaran para penjual bendera merah putih lambang suci negara RI dan berkibaran bendera di mana-mana di depan-depan rumah, kantor, dan gedung.

Banyak kisah atau pun cerita nyata tentang para pahlawan Indonesia ketika berperang memperjuangkan kemerdekaan RI dari penjajahan. Dalam film-film sejarah Indonesia, diperlihatkan sebuah peperangan dahsyat yang memperlihatkan kepada kita bagaimana para pahlawan bangsa berjuang dalam peperangan melawan penjajah dengan menggunakan peralatan tradisional seadanya yang terkenal hingga saat ini: bambu runcing, keris, tombak, melawan pasukan tank-tank baja penjajah (Saat itu: Belanda dan Jepang)

Merdeka atau Harus Dipancung
Merdeka atau Harus mati di Negara Lain sebagai terpidana mati terkena hukuman pancung. (Nasib tragis TKI Suryati di Arab) Merdeka atau harus mati di kampung sendiri karena kelaparan tidak sanggup membeli bahan pokok / makanan yang harusnya layak dimakan oleh manusia (nasi aking) (Nasib tragis kaum miskim dhuafa di pinggir-pinggir kali dan di bawah jembatan tol)

Merdekalah negaraku, merdekalah tenaga kerjaku, merdekalah Imanku dari Setan yang terkutuk.

Dengarkan dengan hati nuranimu pidato: Peringatan HUT Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-66
Buat Tautan ke Postingan ini: Merdeka Atau Harus Dihukum Pancung di Negara Lain

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Merdeka Atau Harus Dihukum Pancung di Negara Lain