Rabu, 17 Agustus 2011

Nuzulul Qur`an Malam Turunnya Al-Qur`an

17 Ramadhan dan Malam Nuzulul-Qur`an
Meskipun tidak ada nash yang mewajibkan untuk memperingati malam turunnya al-Qur`an, namun banyak umat muslimin yang memperingati malam Nuzulul- Qur`an. Sebagian besar jama-`ah masjid memperingati turunnya al-Qur`an pada malam 17 Ramadhan dengan mengadakan berbagai acara mulai dari Qira`atil Qur`an hingga ceramah agama tabligh Akbar dari para ustadz atau kiai.

Apakah ayat al-Qur`an diturunkan pertama kali pada malam 17 Ramadhan? Yang tahu pasti tentang kebenarannya, hanyalah Allah dan Nabi Muhammad SAW, sebagai Rasul yang menerima mu`jizat al-Qur`an.

Dalam menetapkan kapan ayat al-Qur`an yang pertama kali turun, terdapat perbedaan di antara para Ulama. Ada 3 pendapat terbesar di kalangan para Ulama tentang malam Nuzulul-Quran: yaitu malam 17 Ramadhan, malam 21 Ramadhan, dan malam-malam ganjil yang disebut dengan lailatul Qadar (malam kemulian).

Sementara penetapan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan di mana ayat al-Qur`an turun pertama kali, tidak ada perbedaan di antara Ulama. Hal ini berdasarkan kepada pemberitahuan dari al-Qur`an dalam surah al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ [البقرة/185

“...Bulan Ramadhan, adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (Q.s., al-Baqarah:185)

Selain itu, juga dijelaskan dalam surah: al-Qadr ayat 1 dan surah ad-Dukhan 3-4 bahwa:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [القدر/1

(artinya): “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam al-Qadr (yang mulia)”. (Q.s.,al-Qadr: 1)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ [الدخان/3، 4

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan,[3]. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”[44]. (Q.s.,ad-Dukhan:3, 4)

Berdasarkan petunjuk nabi, yang disebut dengan malam kemuliaan (لَيْلَةِ الْقَدْرِ) dan malam keberkahan (لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ) itu terjadi pada malam-malam di bulan Ramadhan. Silahkan baca pada halaman: Tanda-Tanda Ciri Malam Lailatul Qadar.

Selain menggunakan dalil-dalil di atas, pendapat lain mengenai kapan ayat al-Qur`an pertama kali turun dengan menggunakan penafsiran dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qotadah radliyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Maka beliau menjawab,

“Pada hari inilah aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu kepadaku.”

Hadis-hadis dengan nada sejenis dapat anda baca padah Shahih Muslim 1/368; Ahmad 5/299, Al-Baihaqi 4/286-300, Al-Hakim 2/602.

Mereka yang menggunakan dalil Hadis di atas sebagai ketetapan kapan ayat pertama turun dengan menghubungkannya dengan hari senin pengangkatan Nabi Muhammad menjadi Rasululullah SAW, yaitu senin 21 Ramadhan. Sehingga kemudian ditetapkan bahwa malam 21 Ramahan adalah malam ayat pertama turun.

Hanya kemudian pertanyaannya: Hadis di atas lebih menekankan penjelasan tentang puasa pada hari senin, hari kelahiran Nabi Muhammad, dan memaklumkan bahwa hari senin termasuk jenis hari di mana wahyu Allah turun kepada beliau. Namun tidak menetapkan jika hari senin yang dimaksud adalah tanggal tanggal 21 Ramadhan atau hari senin 21 Ramadhan.

Asumsi berikutnya: jika hadis di atas digunakan sebagai dalil ayat pertama turun, rasanya akan banyak Ulama yang akan menolak jika pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal adalah ayat yang pertama turun, sebab pada hari senin tersebut, adalah hari senin yang disepakati parah ulama waktu/hari Nabi Muhammad dilahirkan.

Dalam hadis di atas, jika hari senin dihubungan dengan puasa hari senin, maka berlaku umum bukan bilangan tanggal, artinya setiap hari senin sampai hari kiamat datang.

Jika hari senin dihubungkan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad, maka hari senin yang dimaksud bersifat bilangan tanggal (yaitu senin yang disepakati Ulama ahli sejarah Nabi, yaitu 12 Rabiul Awal).

Selanjutnya, jika hari senin dihubungkan dengan hari senin turunnya al-Qur`an pertama kali, maka apakah bermakna bilangan tanggal atau tidak? Jika pun harus ditafsirkan sebagai bilangan tanggal, maka tanggal tersebut bisa saja jatuh pada selain senin 21 Ramadhan. Wallahu A`lam

Berita Lainnya:
Kisah Nyata Melihat Lailatul Qadar
Buat Tautan ke Postingan ini: Nuzulul Qur`an Malam Turunnya Al-Qur`an

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Nuzulul Qur`an Malam Turunnya Al-Qur`an