Kamis, 11 Agustus 2011

Pengertian dan Hukum Zakat- Sistem Ekonomi Islam

photo gambar orang berdesakan ambil zakatPengertian dan hukum zakat
Posting spiritual berikut ini tentang sistem ekonomi Islam, yaitu zakat. Ketika mulai pertengahan ramadhan hingga akhir, biasanya umat muslim sudah sibuk membicarakan tentang zakat (zakat fitrah dan zakat mal). Jadi apa pengertian dan hukum zakat tersebut?

Menurut segi bahasa (Lughawi): kata "zakat" mengandung beberapa arti yaitu kesucian (ath-thaharatu), pertumbuhan dan perkembangan (al-namaa), keberkahan (al-barakatu) dan keberesan (assh-sholahu). Sedangkan menurut Istilah, zakat adalah bagian dari harta (yang telah memenuhi persyaratan tertentu) yang diwajibkan Allah kepada pemiliknya untuk diserahkan kepada orang yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula. (Baca dalam Majma Lughah al-Arabiyyah, al-Mu`jam al-Wasith, (Mesir, Daer el-Ma`arif,1972).

Pengertian zakat di atas sesuai dengan penjelasan al-Qur`an dalam surah at-Taubah ayat 103:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendoakan untuk mereka. Sesungguhnya, doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa buat mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui

Hukum Zakat Dalam Islam
Di dalam buku Fiqhuz-Zakat, karangan Yusuf al-Qardawi, terbitan Muassasah Risalah, Beirut, 1991, hal: 42, disebutkan: sebagian ulama berpendapat bahwa terdapat 80 ayat dalam al-Qur`an yang men-sejajarkan kewajiban sholat dengan kewajiban zakat.

Selain dalam al-Qur`an, dalam berbagai hadis Rasullah juga menjelaskan bahwa zakat termasuk ibadah pokok yang menjadi rukun ketiga setelah rukun sholat, dari rukum Islam yang lima.

Karena termasuk rukun Islam, maka menunaikan zakat termasuk salah satu tanda bahwa seseeorang disebut Islam (Dalam istilah fiqihnya disebut dengan Ma`lum Min al-din bi al-dharurah).

Dalam kajian ekonomi Islam, zakat adalah ibadah Maaliyyah Ijtima`iyyah yang menjadi bagian wajib dalam sistem ekonomi Islam. Dalam hal ini, zakat berfungsi sebagai instrumen pemerataan dan pemberdayaan ekenomi umat.

Kesimpulannya, orang yang memiliki harta apabila telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, maka wajib hukumnya bagi si pemilik untuk mengeluarkan zakat hartanya dan memberikannya kepada orang-orang yang berhak menerima zakat.
Buat Tautan ke Postingan ini: Pengertian dan Hukum Zakat- Sistem Ekonomi Islam

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Pengertian dan Hukum Zakat- Sistem Ekonomi Islam