Sabtu, 23 Maret 2013

Adi Bing Slamet vs Eyang Subur: Isu Santet

Lintas Berita: Isu Dukun Santet Eyang Subur
Jika biasanya, isu tentang dukun santet muncul di kalangan masyarakat di pedesaan  (mayoritas pendidikan kelas rendah) yang berakhir dengan tindakan brutalisme dan anarkhisme penghakiman massal oleh masyarakat terhadap orang yang disangka si pelaku santet, maka kali ini muncul di kalangan artis selebritis Indonesia yang disampaikan oleh artis bintang film Indonesia, Adi Bing Slamet dengan tuduhannya bahwa mantan guru spiritualnya yang dikenal dengan nama panggilan Eyang Subur adalah seorang dukun santet dan penyebar ajaran sesat.


Seperti diberitakan dalam berbagai media televisi, Adi menuding bekas guru spiritualnya tersebut bahwa Eyang Subur yang tinggal di RT 05/02, Kelurahan Durikepa, Kebonjeruk, Jakarta Barat, telah menyantet diri dan keluarganya, telah membuat Adi sakit dan hidup menderita serta mengajarkan kepadanya ajaran sesat. Tidak sekedar menuding, Adi bahkan kabarnya berusaha melaporkan mantan guru spiritualnya tersebut ke polisi.

Berbeda dengan Adi, sebaliknya beberapa artis pelawak srimulat Indonesia seperti pasangan Nurbuat dan Rohana, Tessi, dll, mengatakan jika Eyang Subur bukan dukun santet dan sama sekali tidak mengajarkan ajaran sesat. Rohana istri Nur Buat mengatakan, jika dirinya selalu diperintahkan untuk menjaga sholat 5 waktu bahkan saat ini ia suka puasa sunnah senin kamis setelah mengenal Eyang. Hal senada juga disampaikan oleh Permadi, politikus mantan Anggota DPR RI, yang menjelaskan, jika di rumah Eyang sama sekali tidak ada peralatan santet. Eyang hanyalah seorang sepuh yang membimbing spiritual kebatinan.

Pelemik Tentang Santet dan KUHP
Perseteruan antara Adi dan Eyang Subur, akhirnya menimbulkan  berbagai polemik diskusi tentang hukum santet menurut KUHP atau bagaimana cara memasukkan masalah kasus santet ke dalam hukum peradilan Indonesia (Pertanyaannya? Bagaimana cara mengujinya? dan Apakah para hakim Indonesia sudah kompeten tentang persoalan ilmu santet? Mengingat kasus Santet adalah hal yang hingga saat ini belum dapat dilogikakan menurut disiplin ilmu sekolah kehakiman Indonesia dan ilmu-ilmu lainnya).  Namun, sebaliknya, jika hal ini tidak memiliki UU, maka akan sangat banyak orang yang mungkin saja sama sekali tidak bersalah namun dituduh sebagai dukun santet dan berakhir dengan nasib tragis, dibantai seperti kekejaman PKI atau bahkan lebih kejam dari pada masa jahiliyyah dulu ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup.

Tuduhan Tanpa Bukti Adalah Fitnah
Kaidah:
  • Di dalam al-Quran dijelaskan Fitnah adalah lebih kejam daripada pembunuhan.
  • Mengkafirkan orang lain yang beriman juga masalah yang berat dalam hukum Islam.
  • Iblis / setan akan selalu menggoda umat manusia hingga akhir zaman

Asal Santet:
Dari Manusia (Sebab benci, dendam kusumat, dll):
  • Niat jahat, pikiran jahat, ucapan jahat, sumpah jahat,  ingin menghancurkan,  fokus/meditasi  jahat terhadap seseorang: EFEK-> orang yang dituju sakit, usaha hancur, rusak, berantakan, tidak tenang, dll. (menggunakan kekuatan batin, pikiran, permintaan doa yang sangat kuat hingga putus makrifat. (Proses Tidak terlihat) mungkin saja si pelaku terlihat baik jika berdekatan dengan orang yg dibencinya. Orang yang dituju juga sulit menyadari akan serangan santet jenis ini)

Dari Jin jahat (Non Islam)
  • Si Jin merasa terganggu hingga iapun menggangu manusia dengan caranya yg tidak terlihat. EFEK -> kesurupan, sakit, rumah tangga berantakan, dll. (Proses sulit dilihat. Namun beberapa orang tertentu dapat melihat proses gangguan jin ini. Orang yang dituju ada juga dapat mengetahui hal ini, sebab si Jin sengaja memperlihatkan prosesnya. Namun sayang, orang yang terkena santet jenis ini, sering salah menafsirkan dan menuduh manusia atau orang-orang tertentu yang telah menyantetnya, padahal si pelakunya, murni tunggal yaitu, JIN JAHAT)
Setan dan Iblis:
  • Hingga akhir kiamat akan selalu mencelakakan umat manusia. EFEK -> hidup tersesat, hancur, sakit, dll (Proses sulit dilihat. Namun di antara proses yang pernah dikisahkan dalam al-Qur`an adalah ketika Iblis meminta kepada Allah agar diizinkan membunuh anak-anak Nabi Ayyub Alaihissalam, menghancurkan usahanya, dan memberinya penyakit berat) 

Kolaborasi
Kerjasama Manusia dan Jin (ILMU SANTET)
  • Proses: Manusia memerintahkan jin untuk mengganggu orang yang dituju. Atau jin diperintahkan mengirim benda berbahaya (keris, jarum, paku, ulat, batu, kawat, makhluk halus, dll) yang dapat mencelakakan seseoarang/keluarga atau usaha orang yang dituju. (Proses sulit dilihat kecuali oleh orang yang mengerti mengatasi ilmu ini. Orang yang terkena santet jenis ini, ada juga yang dapat mengetahui dari tanda-tandanya, namun juga disayangkan, seringkali mereka hanya menafsirkan dan menuduh sembarang orang).

Cara mengatasi SANTET
  • Masyarakat Umum. Berlindung kepada Allah dan menguatkan iman  serta menghindari fitnah.
  • Ahli Penyembuh Alternative. Hindari memberikan nama kepada pasien anda! Walau anda mendapatkan gambaran, rasa, kepekaan, bisikan dari teman jin anda, atau dari lainnya. Sebab bisikan dan gambaran yang anda lihat bisa saja telah bercampur dengan analisa akal dan pikiran anda, nafsu, bisikan setan, dan sejenisnya, sehingga bukan saja tidak menyembuhkan pasien anda, namun sebaliknya, anda telah membuat fitnah terhadap orang yang anda sebutkan.
Buat Tautan ke Postingan ini: Adi Bing Slamet vs Eyang Subur: Isu Santet

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Adi Bing Slamet vs Eyang Subur: Isu Santet