Selasa, 28 Mei 2013

Mati Tidak Dipercepat Tidak Juga Diperlambat

Kisah Spiritual-Kisah Nyata 
Seorang ibu tua, terbaring lemah di atas kasur, badan lumpuh, tak bergerak, sulit bicara. Sementara di sekitarnya, duduk anggota keluarga mengililinginya sambil membacakan surah yasin, zikir, dan doa. Beberapa anaknya yang dari luar kota (dari medan dan malaysia) juga terlihat telah hadir duduk di dekatnya. Namun saat itu, adalah kondisi yang dianggap kritis di mana sang ibu tua ini mungkin akan segera meninggal. Si ibu tua ini berusia kurang lebih 70 tahunan dan sudah hampir 3 bulan mengalami strok lumpuh.

Di ruang depan dan teras rumah, duduk beberapa tamu sambil ngobrol perihal sang ibu tua ini. Beberapa mereka bahkan seakan sudah sangat tahu tentang ajal sambil berkata dengan teman tamu lainnya: Mungkin sudah mau meninggal, paling lama sejam atau beberapa hari lagi. Ada juga tamu lainnya, megatakan, si Ibu sedang menunggu 1 orang lagi anak perempuannya dari medan yang belum datang menjenguk. Si Anak perempuan ini, memang memiliki kendala untuk hadir mengingat ia sedang mengadung 7 bulan, sementara perjalanan menuju rumah tempat si ibu terbaring sangat jauh di Puri Kembangan Jakarta Barat. Kondisi si ibu tua ini memang secara fisik sudah terlihat lemah, dan sesekali berbicara menanyakan perihal anaknya tersebut.

Selain itu, ada hal yang bagi kami adalah sangat unik ketika kami mengunjungi ibu tua ini, beliau terlihat tersenyum  dan tenang ketika dibimbing untuk mendengarkan bacaan ayat-ayat suci al-Quran dan zikir La Ilaha illallah. Hal lainnya, ketika seorang anaknya mecoba menggosokkan air obat pemberian dari salah seorang ahli pengobatan alternative di wilayah tersebut, si ibu menolaknya sambil berkata dengan kalimat yang agak kurang jelas: Nak, ibu mau bersih, jangan kotori tubuh ibu.....

Ayat Kematian-Tentang Ajal
Surah Yunus 49

 قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).

Surah Ali Imran 102

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS ali Imraan [3]: 102)
Buat Tautan ke Postingan ini: Mati Tidak Dipercepat Tidak Juga Diperlambat

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Mati Tidak Dipercepat Tidak Juga Diperlambat