Kamis, 06 Juni 2013

Isra` dan Mi`raj Peristiwa Spiritual Bersejarah

Salah satu di antara peristiwa spiritual bersejarah yg pernah dialami oleh Rasulullah Shollollahu `Alaihi Wasallam adalah Isra` Mi`raj yaitu Peristiwa Suatu Malam Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha. Menurut riwayat, selama perjalanan Isra` Mi`raj tersebut nabi mengendarai kendaraan berteknologi canggih langsung dari Allah yang dikenal dengan nama Buroq dengan ditemani oleh Malaikat Jibril Alaihissalam.

Pengertian Isra` dan Mi`raj
Isra` secara bahasa (Etimologi) berasal dari kata ‘saro’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina), Mi’raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An Najm ayat 1-18.

Kapankah Terjadinya Isra` dan Mi`raj
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan Ulama Peneliti Sejarah Isra` dan  Mi`raj tentang kapan tahun terjadinya peristiwa perjalanan spiritual ini. Adapun tanggal terjadinya diyakini pada tanggal 27 Rajab.
  • Menurut penelitian Imam Ath Thabari rahimahullah, peristiwa tersebut terjadi pada tahun tatkala Allah memuliakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan nubuwah (kenabian).
  • Berdasarkan keterangan dari Imam An Nawawi dan Al Qurthubi rahimahumallah. Perisitiwa tersebut terjadi lima tahun setelah diutus sebagai rasul. Ini adalah pendapat yang dirajihkan
  • Pendapat dari Al Allamah Al Manshurfuri rahimahullah. Peristiwa tersebut terjadi pada malam tanggal dua puluh tujuh Bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. . 
Menurut penjelasan dari  Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri hafidzahullah ketiga pendapat di atas tidak dapat diterima (tertolak) dengan alasan bahwa Khadijah radhiyallahu ‘anha meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian, sementara ketika beliau meninggal belum ada kewajiban shalat lima waktu. Juga tidak ada perbedaan pendapat bahwa diwajibkannya shalat lima waktu adalah pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj.
  • Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi enam bulan sebelum hijrah, atau pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian. 
  • Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian. 
  • Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun sebelum hijrah, atau pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ketiga belas setelah kenabian. 
Sehubungan dengan 3 pendapat di atas, Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri hafidzahullah menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui mana yang lebih rajih. Namun menurut belia jika melihat surah Isra’ menunjukkan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada masa-masa akhir sebelum hijrah.”

Ayat Tentang Isra` Mi`raj Nabi Muhammad SAW, telah dikabarkan dalam Surah Al-Isrâ´ (الاسراء):

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al-Isra` : 1)
Juga juga ditegaskan dalam QS. An-Najm : 1-18:

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى. مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى. وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى. عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى. ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى. وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى. ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى. فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى. فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى. مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى. أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm : 1-18)
Umat Muslim Wajib Mengimani
Walaupun anda tidak melihat langsung dan sulit meneliti tentang bagaimana proses Allah memperjalankan Hambanya yang bernama Muhammad SAW di malam peristiwa spiritual tersebut, namun Anda diwajibkan untuk mengimani atau membenarkan bahwa peristiwa tersebut telah terjadi.

Menurut sejarah, Orang pertama yang membenarkan dan meyakini sepenuhnya peristiwa Isra` dan Mi`raj adalah sahaat Nabi yang bernama Abu Bakkar Ash-Shiddiq.

Hikmah Isra` dn Mi`raj
Apa hikmah dan tujuan sebenarnya, Hanya Allah yang maha tahu, namun beberapa hal yang dapat anda pelajari dari peristiwa ini adalah:
  • Melatih dan sekaligus Meningkatkan Kualitas Iman Anda terhadap Allah
  • Memahami bahwa Allah itu maha kuasa dan dapat berbuat apa saja termasuk hal-hal yang diluar kemampuan akal dan teknologi manusia.
  • Melatih anda memahami bahwa di luar alam semesta ini (bumi, langit, antariksa, dll) masih ada hal lainnya yang tidak dapat anda teliti dengan ilmu pengetahuan anda, yaitu: Tentang Allah, Tentang Malaikat Jibril, Neraka dan Surga, dll.
  • Mengimani bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki Mu`jizat yang tidak dimiliki oleh Nabi lainnya, apalagi manusia biasa seperti anda, saya, dan siapa saja.
  • Dan jutaan hikmah lainnya yg tidak terhitung. Silahkan anda teliti dan temukan sendiri.
Selamat memperingati Isra` dan Mi`raj
Buat Tautan ke Postingan ini: Isra` dan Mi`raj Peristiwa Spiritual Bersejarah

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Isra` dan Mi`raj Peristiwa Spiritual Bersejarah