Minggu, 22 Desember 2013

Mencari Hidayah Allah di Mana Saja?

Seperti dikisahkan sebelumnya, jika Salman al-Jugjawy alias Sakti telah menemukan hidayah tentang ajaran Islam melalui sebuah buku Sakratul Maut dan diperkuat di Jamaah Tabligh, maka bagaimana dengan kita, anda? Apakah anda sudah mendapatkan hidayah Allah? Setiap kita mungkin memiliki pengalaman batin yang berbeda dalam menemukan hidayah Allah.

Mencari Hidayah Allah
mencari petunjuk hidayah Allah
Bersyukurlah, jika saat ini anda telah menemukan hidayah dari keadaan hidup anda, dari perasaan berdosa, dari kejahatan yang dilakukan, dari kenikmatan dunia, dan lain sebagainya. Namun sebaliknya, jika hingga saat ini, hidayah masih belum mendatangi anda, maka carilah hidayah itu segera melalui pengajian Islam, melaksanakan sholat 5 waktu, mau bersedekah, berbuat baik, berusaha untuk dekat dengan Allah, dst.

Ingatlah satu hal bahwa: setelah kematian, maka tidak ada lagi kesempatan bagi siapapun kita untuk mendapatkan hidayah, yang ada adalah kepastian menerima Siksa Neraka atau Kenikmatan Surga.

Kunci Menerima Hidayah Allah
Hidayah Allah itu, bisa saja masuk melalui 2 alat utama kita; akal (jasmaniyyah) dan qalbu (ruhaniyyah) anda yang ditangkap oleh seluruh aksesoris peralatannya (seperti mata, pikiran, perbuatan kaki tangan, mulut, dll) dan (seperti perasaan batin, kesadaran spiritual, keinginan untuk bertobat, etc). Namun, jika anda membiarkan kedua alat utama tersebut selalu terkontaminasi dengan dosa, dikotori oleh perbuatan nista, berpikir seperti koruptor, berniat seperti penjahat, bertindak seperti penguasa zalim (raja yang kejam), berkelakuan seperti pengusaha kikir medit alias pelit (tidak mau bersedekah dan mengeluarkan zakat), tidak malu beraksi porno alias telanjang bulat di dunia maya online dan offline, MAKA, kemungkinan 2 alat utama anda semakin tertutup untuk menerima hidayah Allah hingga akhirnya anda dijemput oleh Izrail, sang malaikat pencabut nyawa (malaikat maut).

Hidayah Allah itu bisa dengan mudah kita terima, jika saja kita mau mendekati Allah, mau menjalani ajaran-Nya, mau membuka kesadaran akal dan qalbu-nya tentang ALLAH, mau mengikuti panduan Sunnah Rasulullah,  mau berbuat baik terhadap sesama, mau bersosial secara benar dan tidak menyebarkan fitnah, tidak malu mempraktekkan syariat Islam, mau terjun ke dunia politik Partai dan Anggota Dewan (DPR MPR) karena Allah semata, bukan karena mengejar jabatan, kekayaan, kehormatan, dan kekuasaan.

Satu hal yang sangat pasti: Anda Pasti Akan Mati. Baik anda telah mendapatkan hidayah Allah ataupun tidak

Sebelumnya :
Dari Sakti Menjadi Salman Al-Jugjawy
Mati Tidak Dipercepat ataupun Diperlambat
Buat Tautan ke Postingan ini: Mencari Hidayah Allah di Mana Saja?

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Mencari Hidayah Allah di Mana Saja?