Minggu, 19 November 2017

Kisah Nyata Orang Arab dan Mahalnya Biaya Rumah Sakit

Kemarin saat sedang turun hujan, tiba-tiba tetangga baru di belakang rumah, seorang arab pengungsian dari Iraq bernama Haidar datang ke rumah minta tolong agar saya dapat mengantarkan dia dan istrinya Maryam (yg juga dari Iraq) ke rumah sakit terdekat dengan maksud ingin cek kehamilan Maryam, istrinya, sekaligus minta tolong supaya saya bisa menjadi translator bicara ke dokter di RS

kisah nyata orang arab dan mahalnya biaya rumah sakit

Dengan keterbatasan bahasa Arab yang cuma tau ala kadarnya dan sudah lama tak terpakai, saya pun mengatakan bersedia. Perkenalan dengan pasangan Arab ini sebenarnya diawali seminggu sebelumnya, ketika dengan sengaja saya menyapa mereka yang sedang duduk berduaan bersama istrinya di pinggir kali yang ada di dekat rumah. Dan setelah hari itu, sebagai sesama muslim menjadi akrab, dan mungkin juga penyebab akrabnya, karena saya termasuk satu di antara orang yang bisa diajak untuk berkomunikasi oleh mereka di lingkungan perumahan di sini.

Singkat Cerita
Saya membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit. Setelah mendaftar, ternyata harus antri karena banyaknya pasien lain yang juga ingin berobat. Lebih kurang setelah 2 jam lebih menunggu antrian hingga akhirnya Haidar dan Maryam, pasangan suami istri pengunsi dari Iraq ini mendapatkan juga giliran (panggilan) untuk diperiksa oleh dokter yang bertugas.

Sekalinya bertemu dengan dokter, cuma menghabiskan waktu lebih kurang 15 menit.... Selanjutkan kami disuruh ke bagian kasir pembayaran untuk print kertas bukti pembayaran. Setelah diprint diketahuilah bahwa total yang harus dibayar pasangan arab tadi adalah:

Biaya Konsultasi dokter Rp. 285 Ribu
Biaya periksa USG kehamilan Rp. 485ribu
Total .... ? Hitunglah !

Kasihannya, Haidar dan Maryam, pengungsi dari Arab ini ternyata bukanlah berasal dari pasangan keluarga yang berduit, cuma membawa uang sebanyak 200 ribu. Tentu saja total keseluruhan biaya konsultasi dokter dan USG sebesar itu termasuk mahal bagi mereka, sehingga tidak mampu membayarnya.

Solusinya utk suami istri dari Arab Iraq Tidak Mampu Tadi
Saya katakan kepada Haidar dan Istrinya, Bacalah basmallah dan berjanjilah jika sudah punya uang cukup, untuk segera melunasi pembayarannya. Kemudian mereka mengiyakan. Setelah itu, terus saya katakan ke bagian kasir Pembayaran RS dan satpam bahwa orang arab ini tidak mampu bayar dan mohon izin permisi. Selanjutnya, pulang begitu saja Tanpa membayar sepeserpun !


Biaya rumah sakit ternyata memang mahal bagi mereka yang tidak mampu. Sempat juga melihat di kertas selebaran yang ada di meja pembayaran bahwa estimasi biaya jika melahirkan dan menginap di RS tersebut untuk perawatan mencapai Rp. 32 juta. Jika biaya konsultasi 15 menit saja tidak mampu membayarnya, bagaimana nanti jika istri orang Arab itu harus melahirkan dan menginap di RS tersebut?
Buat Tautan ke Postingan ini: Kisah Nyata Orang Arab dan Mahalnya Biaya Rumah Sakit

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Kisah Nyata Orang Arab dan Mahalnya Biaya Rumah Sakit