Selasa, 03 April 2018

Membalas Puisi Sukmawati Soekarnoputri (Jika Sukmamu Telah Mati)

Membalas Puisimu .... Puisiku tidaklah seindah kata-kata syairmu
Tapi ini disusun dengan kemurnian jiwa dariku


puisi sukmawati soekarnoputri

Puisi Sukma Mati (Sukmamu Mungkin Telah Mati)
Kalau kau tak tau syariat Islam Maka Belajarlah !
Supaya kau mengerti apa arti kesucian di dalam Islam.

Kau anggap orang lain buta dan lupa
Tak dapat melihat kecantikan Indonesia
Sayangnya, mungkin saja, kau lah yg telah buta
Yg kau sebut cantik, cuma dari rambut zahirnya
Cantik itu haruslah juga akhlak dan batinnya



Tak mengapalah lah
jika kau anggap bahwa tarianmu adalah ibadah
sebagai bentuk puja puji pada yg maha kuasa,
Karena eksistensi hidup itu memang adalah ibadah
Tapi Islam punya ritual sholat dan rukun sakral lainnya
Sebagai kesucian ibadah khusus para hamba-Nya
Tentu saja akan lebih murni dan sakral dari tarian duniamu

Lagu alammu mungkin sangat merdu
bagi pendengaran telinga hati dan akalmu
Tapi suara azan bukanlah soal kemerduan lagu
tapi panggilan Tuhan akan baktimu kepada penciptamu
maka tak pantaslah kau rendahkan panggilan Rajamu

Cabutlah tusuk konde kebencianmu
Tancapkanlah dalam dada kebodohanmu
Supaya terbuka rahasia kemurnian di jiwamu
Dan temukanlah kesucian jatidirimu

KETERANGAN
  • Sejelek-jeleknya azan menurut pendegaranmu, yang harus anda fahami bahwa tidak semua orang sanggup menjadi muazzin masjid/mushollah setiap 5 waktu. Sama halnya tidak semua orang bisa menjadi imam di masjid... sama halnya tidak semua orang sanggup untuk selalu sholat di masjid/mushollah setiap 5 waktu. Jadi tidak pantas jika anda tidak pernah sanggup ke masjid tapi menghina panggilan azan dari masjid.
Buat Tautan ke Postingan ini: Membalas Puisi Sukmawati Soekarnoputri (Jika Sukmamu Telah Mati)

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Membalas Puisi Sukmawati Soekarnoputri (Jika Sukmamu Telah Mati)