Kamis, 31 Januari 2019

Arti Tajassus dan Larangan Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain

Entah disengaja, entah pun tidak, mungkin anda pernah berusaha mencari-cari kesalahan orang lain di lingkungan sosial anda. Baik disebabkan oleh alasan personal; kebencian, dendam pribadi, praduga, ataupun alasan demi kelompok; organisasi, politik kepartaian, persaingan bisnis, perseteruan politik, dll.

surah-al-hujarat-ayat-12-tentang-tajassus

Jika anda pernah melakukannya dan apalagi masih suka melakukannya, maka bertobatlah, karena mencari-cari kesalahan orang lain termasuk di antara perbuatan yang dilarang di dalam ajaran agama Islam. Perbuatan tersebut disebut dengan istilah tajassus.

Pengertian Tajassus
Istilah Tajassus populer dalam lingkungan para santri di pesantren Indonesia, biasanya digunakan sebagai candaan di antara santri ketika ada seorang santri yang memperhatikan santri lainnya secara diam-diam. Santri yang memperhatikan ini disebut dengan jaasus, dengan maksud menjadi orang yang sedang mematai-matai (menjadi spionase) atau sedang mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh santri lain. (canda bahasa arabnya saat masih santri harap dimaklumi: red)

Arti Tajassus Menurut Bahasa (Etimologi, Lughowi)
Menurut etimologi, kata Tajassus (تجسُّسَ) merupakan bentuk isim mashdar dalam kaedah bahasa Arab, yang berasal dari perobahan kata dasar jassa (جَسَّ yang berarti telah merasakan, telah mengidentifikasi) dan menjadi tajassasa (تجسَّسَ yang dapat diartikan telah memata-matai) dalam bahasa english diterjemahkan sebagai spying - the espionage .

Jika anda membuka panduan perobahan kata bahasa Arab dalam sebuat kitab tipis namun sangat bermanfaat yang berjudul (الأ مثلة التصريفية للمدارس الشا فعية) karangan al-ustaz al-Fadhil wal -`Allamah al-Kamil as-Syeikh Muhammad Ma`shum bin Ali Rahimahullahu ta`ala dan semoga bermanfaat ilmu-ilmunya, amin), maka anda akan menemukan beberapa perbandingan (timbangan kata), di antaranya:

Kata jassa termasuk dalam perbandingan kata atau timbangan (وزن) pada bab ke-empat dari tsulatsi al-mujarrad, dengan susunan seperti berikut ini:

جَسَّ perbandingan kata عضَّ
 جَسَّ، يَجَسُّ، جَسًّا، وَمَجَسًا ، فهو جَاسٌّ، وذاك مَجْسُوْسٌ، جَسِّ، لَاتَجَسِّ، مَجَسٌّ٢

Contoh dalam kalimat:
  جَسَّ الطَبِيبُ نَبْضَ الْمَرِيضِ : لَمَسَهُ لِيَتَعَرَّفَ دَقَّاتِهِ

Yang artinya adalah, Dokter merasakan denyut nadi pasien: [dengan cara] menyentuhnya agar bisa mengenali denyut nadi pasien.

Contoh kalimat lainnya:
جَسَّ الشيءَ بيده : مَسَّهُ
Yang artinya adalah: Dia merasakan hal itu di tangannya: sentuh itu

Dari kata jassa kemudian berobah menjadi kata tajassasa, dengan menambahkan huruf ta` diawal kata, dan di tasydid pada huruf sin sehingga menjadi (تَجَسٍّسَ).

تَجَسَّسَ Perbandingan kata تَفَعَّلَ
تَجسَّسَ ، يتجسَّس ، تَجَسُّسًا ، وَمُتَجَسَّسًا تجسُّسًا ، فهو مُتَجَسِّسٌ ، وذاك مُتَجَسَّسٌ ، تَجَسَّسْ ، لَا تَتَجَسَّسْ ، مُتَجَسَّسٌ٢

Dalam bentuk isim mashdar dapat dilihat pada dalam kalimat:

شَبَكَةُ تَجَسُّسٍ : شَبَكَةٌ مِنَ الْمُخْبِرِينَ الَّذِينَ يَشْتَغِلُونَ لِفَائِدَةِ جِهَةٍ مَّا

Yang artinya adalah Kelompok mata-mata: yaitu jaringan informan yang bekerja untuk pesta tertentu

Dalam bentuk kata kerja (فعل) dapat dilihat pada contoh kalimat berikut ini:

تجسَّس الشَّخصَ / تجسَّس على الشَّخصِ : قام بجمع المعلومات عنه لجهةٍ ما ، تجسَّس على الأعداء

Yang artinya adalah, Memata-matai seseorang: [maksudnya] Dia mengumpulkan informasi tentang dia untuk beberapa alasan, [atau] memata-matai musuh.

Arti Tajassus Menurut Istilah (Terminologi).
Perbuatan atau sikap yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang untuk memata-matai atau mengidentifikasi tentang seseorang atau kelompok tertentu dengan maksud-maksud tertentu.

Tajassus Menurut Ajaran Islam?
Dalam surah al-hujarat ayat ke-12 disebutkan menggunakan kata larangan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Buat Tautan ke Postingan ini: Arti Tajassus dan Larangan Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

Komentar Pesbuker: Arti Tajassus dan Larangan Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain