Sabtu, 09 Maret 2019

Berbagai Isu dan Berita Politik Tentang Calon Presiden

Sebenarnya, terlalu berat untuk menulis catatan berita politik melalui situs blog spiritual sederhana ini (karena di luar kapasitas yang dikuasai). Hanyalah karena kesedihan hati melihat munculnya permusuhan di kalangan umat Islam, tidak dihormatinya para ulama, dll, sehingga kami memberanikan diri menulis catatan politik ini.

Debat Kedua Calon Presiden Pemilu 2019

Semakin dekatnya waktu pemilihan calon presiden Indonesia (PEMILU 2019), semakin panas pula suasana panggung politik Indonesia. Berbagai Isu dan berita politik tentang calon presiden pun bermunculan bercampur aduk antara Berita-berita yang memang benar adanya, tapi palsu, juga hoax, bahkan fitnah, dan sejenisnya. Berita keluar dari masing-masing kubu partai politik pendukung calon presiden yang disukai mereka (dipercaya).

Baca Juga:

Berita bermunculan dari mulut-kemulut, dari tulisan ke tulisan, dari penyebaran update status di akun sosial media, dari video ke video, dari photo gambar meme, dari rekan sejawat, dari teman sekantor, dari obrolan tetangga, dari ibu-ibu perkumpulan arisan, dari jama`ah di masjid, dari majlis ke majlis, dan lain sebagainya.

Sayangnya, tidak semua orang bersikap hati-hati dan menyaring lebih dahulu semua berita itu, melainkan menerimanya begitu saja apa adanya dan kembali menyebarkannya tanpa memperhatikan kebenaran berita itu (yang mungkin saja hanyalah Fitnah atau berita hoax . Apalagi jika berita tersebut adalah berita negatif (jelek) tentang calon presiden yang tidak disukai, maka berita itu langsung disantap dengan perasaan bahagia, dan segera menyebarkannya dengan perasaan gembira dan bangga serta menganggap dirinya telah turut berjuang.

Sikap menerima begitu saja semua berita seperti cara di atas bahkan terjadi juga pada salah satu murid kami yang berasal dari luar negeri (Eropa) yang baru-baru ini datang berkunjung dan menginap selama beberapa hari di area terdekat. Ketika ia sempat berinteraksi selama beberapa hari dengan beberapa tetangga di sekitar rumah (para tetangga rumah yang kebetulan menyukai salah satu calon presiden dan sangat membenci calon lainnya).
Si murid pun termakan oleh fitnah, hoax, dan berita yang belum diketahui kebenarannya secara pasti. Lantas si murid pun ikut-ikutan membenci salah satu presiden dan membenci juga seluruh Ulama yang mendukungnya. Bahkan dengan sangat yakinnya (bernada SOMBONG) menyatakan secara langsung kepada kami bahwa dirinya bahkan jauh lebih baik dari pada ulama yang mendukung calon presiden tersebut dan menganggap semua ulama tersebut sebagai ulama dunia, ulama yang suka uang, ulama yang suka jabatan, ulama kafir dll. Padahal murid dari luar negeri ini, sekalipun tidak pernah bertemu langsung dengan ulama tsb, tidak pernah melihat langsung bagaimana kehidupan ulama tersebut.
Lebih ironisnya, Di antara ulama yang yang dihinanya itu adalah orang yang telah puluhan tahun mendalami dan mempraktekkan ilmu-ilmu agama Islam yang diperoleh dari pendidikan langsung hingga lulus dari para syeikh `alim di berbagai Universitas Islam terkemuka dunia (tentang al-Qur`an, al-Hadis, Fiqih, Tauhid, Sejarah, dll) dan mereka juga telah meneliti bagaimana strategi dakwah Islam untuk area dakwah di Indonesia dengan tingkat kesulitan memahami karakter masyarakat Indonesia yang majemuk (terdiri dari ratusan budaya, bahasa, dan beberapa penganut agama). Sementara si murid tadi, dalam membaca ayat-ayat al-Quran saja tidak lancar, apalagi memahami kandungannya. Apalagi memahami cara strategi terbaik dakwah politik Islam di Indonesia.
Beberapa berita paling negatif yang dikaitkan dengan salah satu calon presiden Indonesia, yang disukai untuk disebarkan secara anonim maupun terang-terangan, antara lain seperti:
  • Calon presiden yang dipercaya sebagai antek komunis. EFEK dahsyat: Sehingga semua ulama dan orang-orang yang mendukung calon presiden ini akan dianggap sebagai Ulama komunis, ulama gila uang, dan sebutan jahat lainnya. Walau jauh sebelumnya, para ulama ini telah dikenal sebagai ulama khos, ulama yang dikenal sholeh dan tawaddu, ulama yang dianggap sebagai wali oleh ratusan ribu orang se-Indonesia bahkan se-Asia. 
  • Calon presiden diduga tidak beragama Islam (dianggap sebagai Kafir). EFEK dahsyat: Semua pendukung calon presiden ini dianggap telah kafir atau setidaknya dianggap mendukung orang kafir.  
  • dan berbagai isu negatif lainnya.
Betulkah Mereka Ulama Dunia ? 
Walau memang dalam perjalanan sejarah politik Islam di Timur Tengah, Eropa, dan Asia telah mencatat bahwa pernah ada orang-orang yang dianggap sebagai ulama yang menyukai uang, menyukai jabatan, lebih mencintai dunia, rela menjual agama, menjual nama Allah.  Namun hal itu tidaklah berarti pada masa kini bahwa anda boleh menuduh begitu saja para ulama di mana saja termasuk ulama di Indonesia sebagai ulama yang cinta dunia, cinta uang.

Berbeda Strategi Dakwah Politik
Dari pada anda menuduh ulama dan mungkin saja tuduhan anda itu salah dan berakibat anda akan berdosa besar karena telah menghina dan menfitnah para pewaris ilmunya nabi, maka sikapilah strategi dakwah politik para ulama dengan sikap yang berhati-hati apalagi jika masalah strategi politik dakwah islam di Indonesia di luar kapasitas ilmu anda.

 Tidak semua dari mereka yang terjung ke panggung politik dan mendukung salah satu calon presiden disebabkan karena uang, atau karena jabatan. Bisa juga sebab utamanya adalah murni didasari atas faktor keyakinan dan kepercayaan mereka atas calon presiden yang mereka pilih. Sehingga jika anda yakin untuk memilih capres nomor 1, maka orang lain mungkin lebih yakin untuk memilih capres nomor 2.  Perbedaan ini hendaklah tidak menjadi alasan untuk saling menghujat dan memefitnah. Karena pada kenyataannya, apa yang akan terjadi di masa depan, belumlah diketahui. Ini sama halnya belum diketahui yang mana dari capres tersedia yang betul-betul bebas dari dosa (tidak ada cacat kesalahannya).

Insya Allah, masing-masing ulama telah memiliki analisa dan pandangan strategi dakwah politik Islam di Indonesia. Insya Allah mereka, telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan resiko terburuk dan hasil terbaik bagi agama Islam dan umat Islam di Indonesia. Dan doakanlah mereka semua itu.

Sikap berhati-Hati
Jika anda menyukai mendukung salah satu calon presiden dan ulama yang mendukungnya, maka dukunglah mereka dengan niat bismillah karena Allah.  Tanpa harus menghujat calon presiden lain dan para ulama pendukungnya. Tanpa harus mencaci maki mereka sebagai kafir, sebagai ulama dunia, dll
Ingatlah ! Hasil pemikiran siapapun tentang bagaimana seharusnya penerapan strategi politik dakwah Islam di Indonesia, bisa saja salah, dan bisa juga benar. Kesalahan bisa saja terjadi pada Ulama dan calon presiden yang anda dukung.
Buat Tautan ke Postingan ini: Berbagai Isu dan Berita Politik Tentang Calon Presiden

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Berbagai Isu dan Berita Politik Tentang Calon Presiden