Minggu, 17 Maret 2019

Bijaklah Dalam Menilai Buruk Orang Lain, Apalagi Baru Anda Kenal

Dalam hal menilai orang lain, hendaklah lakukan dengan cara yang bijak dan tidak sembarangan serta tidak menyebarkan begitu saja hasil penilaian anda itu kepada tetangga, teman, atau kolega anda, karena bisa saja penilaian anda itu salah dan menimbulkan fitnah.

bijaklah dalam menilai buruk orang lain yang baru anda kenal

Beberapa orang ada yang memiliki kebiasaan suka menilai buruk orang lain dan menceritakan hasil penilaiannya kepada teman atau orang lainnya lagi. Bahkan walau pun orang yang dinilai buruk itu baru dikenalnya, tanpa mempertimbangkan jika beritanya itu bisa saja salah dan menjadi fitnah yang menyulitkan bagi orang yang dinilainya itu.
Baca Juga:
Beberapa hal berikut ini adalah yang sering dijadikan sebagai dasar untuk menilai buruk terhadap orang lain:

  1. Cara berpakaian
  2. Sikap seperti cara bicara, dll
  3. Info buruk dari orang lain
  4. Pekerjaan
  5. Teman-Teman sosial
  6. Kekayaan 
  7. Kemiskinan
  8. Pendidikan Tinggi atau Rendah
  9. Perasaan hati (Pandangan Batin) 
  10. dan banyak lainnya
Sebelum anda menilai seseorang yang baru anda kenal sebagai buruk, pertimbangkanlah beberapa hal berikut ini:

  1. Jika anda menilai buruk seseorang yang baru anda kenal hanya berdasarkan dari penampilan pakaiannya saja, maka bisa jadi penampilan luar itu telah menipu logika akal dan hati anda. Dalam hal berpakaian setiap masing-masing orang memiliki kenyamanannya dan belum tentu sesuai dengan selera mata anda. Misalnya ada kiai yang lebih nyaman memakai baju kemeja biasa saja, sementara anda kiai yang lebih suka memakai jubah. Dalam konsep Islam, selama berpakaian sehari-hari itu bisa menutupi aurat tubuh dan santun (berakhlak), maka itu sudah baik.
  2. Jika anda menilai buruk seseorang dari caranya berbicara atau logatnya, maka bisa saja itu juga telah menipu akal dan batin anda. Intonasi vokal suara terkadang bisa dipengaruhi oleh genitas suku. Seperti di Indonesia, Umumnya orang-orang dari daerah Medan (Sumatera) dan Bugis (Sulawesi) telah dikenal kalau berbicara menggunakan intonasi nada suara yang agak keras dan kata-kata yang cepat serta diikuti oleh body language yang terlihat kaku keras. Berbeda dengan umumnya orang-orang Jawa (terutama jawa keratonan) yang diketahui kalau berbicara dengan intonasi nada suara yang agak lembut dan kata-kata yang lembut pula serta body language yang lembut pula.
  3. Jika anda menilai buruk seseorang hanya berdasarkan berita buruk dari orang lain, bisa saja anda telah termakan oleh fitnah.
  4. Jika anda menilai buruk seseorang yang baru anda kenal hanya berdasarkan pekerjaannya saja, maka itu pun juga bisa menipu anda. Karena walau pun seseorang itu bekerja sebagai pekerja buruh pabrik, namun bisa jadi dia adalah seorang yang berhati emas. Konsep dalam Islam tentang pekerjaan adalah selama pekerjaan itu tidak melalaikan dirinya dari Allah atau pekerjaan itu perbuatan yang halal, maka itu sudah baik.
  5. Jika anda menilai buruk seseorang hanya berdasarkan siapa teman-temannya, maka bisa saja anda salah. Karena pada hakekatnya setiap orang memiliki niat, sifat dan karakter yang belum tentu sama. Di samping itu, ada orang yang dikenal baik namun telah sengaja bergaul pada lingkungan buruk dengan tujuan tertentu seperti ingin membimbing temannya, ingin menasehati (berdakwah), ingin menolong sahabatnya, atau sedang melakukan penelitian, dll.
  6. Jika anda menilai buruk orang lain hanya berdasarkan kekayaannya (rumahnya yang besar, mobilnya yang mewah, dll), maka bisa juga itu telah menipu anda. Tidak semua orang kaya itu buruk. Kita masih bisa menemukan contoh orang-orang kaya yang memiliki hati, pemikiran, dan perbuatan yang baik, berakhlak sesuai dengan akhlak Islam. Kita bisa menemukan orang kaya yang tidak sombong, mereka takut kepada Allah, mereka menjalankan ibadah sholat 5 waktu, mereka menunaikan zakat, mereka memberikan infaq dan shodaqoh, senantiasa membantu para fakir miskin, dll.
  7. Jika anda menilai buruk seseorang hanya berdasarkan kemiskinannya (rumahnya yang tak layak, dll), maka itu pun bisa menipu anda. Tidak semua orang miskin itu buruk.  Kita masih bisa menemukan contoh orang-orang yang terlihat miskin namun berakhlak Islam. Mereka memiliki hati, pemikiran, dan perbuatan baik. Walau pun miskin, mereka tetap melaksanakan ibadah sholat 5 waktu. Bahkan ada orang miskin yang senantiasa beusaha membantu orang lain dengan kemiskinannya (rezeki yang diterimanya).
  8. Jika anda menilai buruk orang lain hanya berdasarkan status pendidikannya (sarjana, non sarjana, sekolah / tidak sekolah, kuliah / tidak kuliah), maka itu pun juga bisa memberikan anda penilaian yang salah. Status pendidikan tinggi atau pun rendah tidak menjamin jika seseorang itu telah beriman kepada Allah dan memiliki akhlak yang baik. Ada orang yang berpendidikan tinggi tapi sombong dan tidak melaksanakan perintah agama. Sama halnya terjadi juga pada orang yang berpendidikan rendah. 
  9. Jika anda menilai buruk seseorang yang baru anda kenal berdasarkan perasan hati (pandangan batin) anda saja, maka bisa saja perasaan hati anda telah ditipu oleh setan atau batin anda telah dipengarahui oleh point 1 hingga point 8, dan kemudian telah mendeskripsikan input penilaian yang salah.
Pedoman di atas, bisa juga digunakan untuk penilaian sebaliknya, yaitu menilai baik tentang seseorang. Bedanya, kata buruk diganti dengan kata baik.

Wallahu A`lam
Buat Tautan ke Postingan ini: Bijaklah Dalam Menilai Buruk Orang Lain, Apalagi Baru Anda Kenal

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

G+

Komentar Pesbuker: Bijaklah Dalam Menilai Buruk Orang Lain, Apalagi Baru Anda Kenal