Senin, 11 Maret 2019

Karena Menerima 21 Juta, Guru ini pun Dihina

Catatan berikut ini, merupakan kisah nyata dari seorang guru spiritual yang hidup sederhana mengontrak di sebuah rumah bersama keluarganya di suatu daerah di Indonesia. Sebut saja namanya (SDR=nama samaran)

Guru (SDR) ini sering didatangi tamu dari luar kota guna meminta bimbingan spiritualitas. Namun karena alasan tertentu, guru ini sengaja menyembunyikan identitas dirinya dari para tetangga dan masyarakat di sekitar. Sehingga setiap kali ditanya para tetangga dan masyarakat sekitar tentang tamu-tamu dari luar kota tersebut, si guru ini, hanya mengatakan ke mereka bahwa tamu-tamu itu adalah keluarga dan para teman dari jamaah majlis yang datang bermain (tidak menjelaskan jika para tamu itu datang untuk menjadi murid dan belajar spiritual). Hingga masyarakat di sekitar rumah hanyalah mengenal guru ini sebagai orang biasa dan bukan sebagai guru spiritual.

Hingga suatu hari, seorang tamu dari luar negeri datang berkunjung ke tempat tinggal guru SDR ini untuk meminta bimbingan spiritual dan menjadi murid. Untuk selanjutnya, sebut saja nama murid ini sebagai ABD (nama samaran). Sejak datang pertama kalinya dan menerima bimbingan, maka hubungan antara ABD sebagai murid dan SDR sebagai guru ini pun terjalin dengan baik, hingga ABD datang lagi di tahun berikutnya.

Hubungan semakin kuat hingga terjalin ikatan batin dan emosional kekeluargaan yang sangat baik, hingga sang guru pun telah mengganggapnya tidak lagi sekedar sebagai murid atau tamu biasa saja tapi juga menjadi bagian dari keluarganya.

Ikatan batin ini membuat sang guru pun memutuskan untuk mencarikan guru lainnya, di samping alasan bahwa ABD juga sedang sangat haus dan sedang giat-giatnya ingin mendalami spiritualitas. Dan hal ini juga sesuai dengan tradisi beberapa ulama terdahulu, di mana mereka merekomendasikan atau mengantar sang murid ke guru lainnya tanpa ada perasaan malu atau sombong (Dimana pada masa kini, banyak orang yang dianggap guru spiritual tapi merendahkan guru-guru spiritualitas lainnya atau menganggap pengetahuan thariqah dari guru-guru lainnya itu lebih rendah)

Kisah Nyata Guru Spiritual dan Muridnya

Kemudian rencana itu pun terjadi. Setelah ABD mendapatkan kepastian waktu cuti selama 13 hari dari perusahaan tempatnya bekerja,  maka beberapa bulan sebelumnya segera memberitahukan ke gurunya tentang jadwal untuk datang berkunjung ke Indonesia.

Mengetahui rencana muridnya (yang telah 4 tahun menjalin ikatan batin kekeluargaan). Si guru pun menyambut berita itu dengan gembira. Tidak hanya sebatas itu, sang guru pun berusaha mencarikan 2 guru lagi yang terdekat dari lokasi yang mungkin saja bisa memberikan bimbingan spiritual yang baik (tidak saja berkaitan tentang metode thariqah spiritual tapi juga pelajaran akhlak dan hukum Islam serta pelajaran lainnya).

Beberapa bulan sebelum kedatangan ABD (si murid), maka SDR (sang guru) pun berusaha mencari dan meneliti beberapa orang yang dianggap sebagai guru oleh masyarakat setempat, yang tinggal tak jauh dari lokasi rumah. Sang guru pun memilih 2 di antara banyak orang yang dianggap guru tersebut untuk menjadi tambahan guru baru bagi muridnya.

  1. TMZ (nama samaran), di kalangan pengajiannya, sebagian masyarakat memanggil beliau dengan sebutan ustaz, ada juga yang memanggil beliau dengan sebutan pak kiai.  TMZ ini telah 13 tahun nyantri di pesantren Syeick Maliki Mesir mendalami ilmu agama Islam termasuk di antaranya thariqah spiritual. Saat ini, tinggal di sebuah rumah kecil sederhana bersama istri dan anak-anaknya. Sehari-hari terlihat tawaddu`, berusaha menjaga pandangan matanya, sering menggunakan motor butut. Aktivitas sehari-hari membimbing dan mengajarkan kitab kuning (fiqih, tauhid, dll) setiap habis sholat subuh, ashar, magrib di berbagai masjid dan mushollah serta di beberapa jama`ah majlis ta`lim sekitar.
  2. SIK (nama samaran), di lingkungan keluarganya dan kolega di perusahaannya, ia biasa dipanggil sebagai Syeikh, di lingkungan masyarakat sekitar dipanggil dengan sebutan Pak SKL. Belajar spiritual Islam dari orang tuanya. Menurut pengakuannya, keluarganya memiliki hubungan kerabat dekat dengan Syeick Arsyad al-Banjari. Aktivitas sehari-hari SIK, menjalani perusahaan bisnis keluarganya, ia pun tinggal di sebuah rumah yang cukup besar mewah di antara rumah sekitarnya. 
Jadwal Ke Indonesia
Berbeda dengan kedatangan sebelumnya, untuk kali ini kedatangan ABD (si murid) dengan membawa serta pemberian uang dengan jumlah yang sangat besar dan pakaian bagi SDR (sang guru).

Dijemput di bandara Soekarno Hatta, setelah sampai dan bertemu di rumah SDR (sang guru), ABD (si murid) pun lansung mentransfer uang via online menggunakan handphone mahalnya, sebesar Rp 21 juta lebih. Selain itu, langsung memberikan uang kes sebesar Rp. 350 ribu ditambah beberapa pakaian yang dibawanya. Diiringi pernyataan dari si murid: bahwa ia ikhlas memberikan semua itu dengan harapan bisa membantu ekonomi sang guru, bisa menyenangkan sang guru, istri sang guru dan anak-anaknya. Bahkan sang murid pun berjanji akan tetap mengirimkan uang setiap bulan seumur hidupnya.

(Sebagai catatan: Pemberian dari si murid ini sama sekali bukan karena SDR (sang guru) telah lebih dahulu meminta agar diberikan uang sebesar 21 juta tersebut, ini murni karena keinginan dari ABD (murid) itu sendiri. Dan selama lebih dari 2 tahun sebelumnya, ABD (sang murid) pun juga setiap bulan selalu mengirimkan uang dalam jumlah yang bervariasai)

SDR (sang guru) pun menerima pemberian itu dengan senang hati dan merasa bahagia serta menyalami sang murid sambil mendoakan sang murid semoga pemberiannya menjadi pahala dan ia bisa memahami jalan spiritual dengan benar sesuai sunnah Rasulullah.

Pertemuan di hari pertama itu, SDR (sang guru) meminjamkan buku kecil (berasal dari sebuah pondok pesantren di jawa) yang berisi catatan doa-doa dalam teks arab agar dibaca si murid di homestay terdekat tempatnya menginap selama berada di Indonesia. Tujuannya selain untuk mendekatkan diri kepada Allah, juga untuk melatih si murid agar semakin lancar dalam membaca teks-teks arab (mengingat murid ini belum lancar membaca ayat-ayat dalam teks arab artinya ABD masih belum lancar membaca al-Qur`an).

Mulai Belajar dari 2 Guru Baru.
SDR (sang guru) pun mengantarkan dan mempertemukan ABD (muridnya)  langsung ke rumah 2 calon guru baru tersebut.

SEBAGAI CATATAN:
Ke-2 Calon guru baru tersebut, sama sekali tidaklah mengenal si SDR sebagai GURU SPIRITUAL, melainkan hanyalah sebagai orang biasa di lingkungan mereka. Yang mereka ketahui tentang SDR ini hanyalah orang yang tidak tahu apa-apa soal spiritual. Yang mereka tahu tentang SDR ini adalah orang yang sering kali kedatangan tamu dan sering kali terlihat ngobrol tidak karuan di tengah malam.

Bertemu Kiai TMZ
Mungkin karena faktor bahasa English yang tidak dikuasai oleh Kiai TMZ, atau alasan lainnya, sehingga menyulitkan bimbingan, ABD pun tidak begitu merespon bimbingan dari Kiai TMZ.

Bertemu Pak SIK
Berbeda dengan kiai TMZ yang tidak bisa berbahasa English, SIK sedikit bisa berkomunikasi menggunakan bahasa English. Sehingga ABD lebih merespon SIK untuk menjadi guru barunya. Atau mungkin juga disebabkan pemikiran ABD telah mendapatkan input yang menceritakan tentang SIK bahwa SIK ini berkerabat dengan Ulama besar yang juga dianggap sebagai waliyullah yaitu: Syeich Arsyad al-Banjari dari Kalimantan.

Mengikuti Bimbingan Spiritual SIK
Selanjutnya, selama 13 hari ABD pun hanya mengikuti gemblengan spiritual dari SIK yang didampingi oleh asistennya yang bernama MDN (nama samaran), mempelajari metode zikir sir sekaligus cara mempraktekkannya, dan berbagai pemahaman spiritual lain. Namun sayangnya, mungkin karena ABD yang telah kehilangan adab dan akhlak terhadap SDR dan semua gurunya terdahulu, atau kah kemungkinan karena SIK mengajarkan pemahaman yang bermasalah sehingga ABD merendahkan semua guru2nya terdahulu termasuk SDR.

Baru beberapa hari saja mendapatkan gemblengan dari guru yang sudah dianggapnya sebagai waliyullah tersebut, ABD dsudah mendapatkan input dari SIK bahwa semua guru ABD sebelumnya adalah guru yang KOTOR bahkan termasuk juga SDR, guru yang telah mengantarnya bertemu dengan SIK.

Lebih parahnya lagi, ABD bertanya kepada SIK dan memperlihat photo mantan guru-gurunya ke SIK (foto beberapa guru di Indonesia yang mengajarkannya bersholawat, juga beberapa ustadz di Malaysia, dll) apakah mereka guru yang baik atau sesat?. Kemudian SIK yang sama sekali tidak pernah kenal dengan guru-guru terdahulu ini dan tak pernah melihat langsung amaliah hari-harinya semua guru tersebut, langsung menjawab mereka semua itu sesat, khurafat, mereka itu menggunakan JIN. (Nauzubillah), jawaban dari SIK ini ditelan mentah-mentah oleh ABD dan memutuskan hubungan silaturahim dengan semua guru tersebut.

Bahkan ABD juga menganggap kalo kiai TMZ (calon guru baru yang telah mengajarkannya beberapa amalan dan nasehat) ini sebagai telah terganggu oleh JIN. (Semoga penglihatan ABD ini salah, dan tidak demikian adanya, mengingat keseharian Kiai TMZ hanyalah membimbing kajian membaca kitab kuning fiqih, tauhid, serta tawaddu,berusaha menjaga pandangan matanya dari melihat aurat wanita saat mengendarai motor, jauh dari kesombongan orang-orang yang betul-betul berilmu: Wallahu `Alam. Mungkin kiai TMZ inilah yang lebih pantas dianggap oleh wali oleh ABD).

Adab Buruk Lainnya
Lebih buruknya lagi tanpa mempertimbangkan perbuatannya, mungkin karena telah menganggap semua guru sebelumnya sebagai guru yang kotor dan hanya SIK itu saja yang betul-betul gurunya yang suci dan bahkan ABD menganggapnya sebagai seorang Waliyullah, ABD pun menceritakan kepada SIK dan koleganya, tentang uang pemberiannya yang sebesar 21 juta untuk SDR. Berita tentang 21 juta ini pun menyebar di lingkungan masyarakat sekitar rumah guru SDR dengan pandangan negatif. Mereka pun merumpi di belakang SDR dengan pandangan mata yang menghina. Menganggap SDR sebagai mata duitan. Atau mungkin karena mereka iri atau hal lainnya.
Baca Juga:
Sehingga entah siapa yang salah dan bermasalah apakah ABD sebagai murid, ataukah SIK sebagai guru baru yang merasa thariqah nya lebih suci, lebih wali di hadapan Allah, dari pada orang lain, padahal SDR dengan ikhlas mengharapkan rido Allah telah mengantar muridnya dan sekaligus untuk memuliakan SIK dengan memberikannya orang untuk menjadi murid yang baik untuk dia bimbing, tapi dia membalas itu semua dengan menghina SDR.

Lebih parahnya lagi, ABD juga bercerita tentang status keturunan dari istri SDR kepada SIK, maka istri SDR pun menjadi bahan untuk dihina-hina oleh SIK di mana SIK bercerita ke kolega dan beberapa tetangga rumah bahwa istri SDR adalah perempuan yang mengaku-aku sebagai keturunan orang Arab agar suaminya diberikan uang jutaan rupiah oleh murid-muridnya. Karena menurut SIK, dia pernah melihat langsung ibu kandung dari wanita yang menjadi istri SDR (Guru yang telah dianggap kotor oleh ABD), bahwa ibu dari istri SDR itu adalah orang Jawa dan tidak memiliki darah keturunan Arab. Jadi tidak mungkin kalau istri SDR itu adalah berdarah ARAB. Akibat penyebaran berita dari mulut SIK ini, maka muncullah pandangan sinis di kalangan perkumpulan arisan para ibu di masyarakat sosial sekitar rumah yang menyakitkan hati istri SDR, gelar sebagai wanita yang mengaku-ngaku keturunan arab.

Padahal SDR tidak pernah menyebarkan berita soal status keturunan istrinya kepada masyarakat luas (karena memang menurutnya, itu tidak diperlukan dan sesuai dengan penjelasan dari Allah bahwa orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang-orang yang bertakwa).

Bahkan SDR pun tidak juga memperkenalkan status keturunan istrinya kepada semua muridnya kecuali murid-murid yang sudah seperti keluarga dan itupun jika mereka berdarah arab atau jika mereka bertanya.  Dan itu bukan mengaku-ngaku, karena sesungguhnya, almarhum Ayah dari istri SDR memang masih keturunan arab. (dan SIK tidak pernah bertemu sekalipun dengan almarhum ayah dari istri SDR ini, tapi sudah berani menyebarkan berita jahat begitu).

Kesimpulan
  • Begitulah manusia, bahkan orang yang setiap malam terlihat zahirnya duduk berzikir pun masih bisa menjadi wali setan, menyebarkan berita buruk kemana-mana. 
  • Semakin berilmu seseorang itu, maka seharusnya ia semakin tawaddu atau tidak sombong. Yang dimaksud adalah ilmu al-Quran atau ilmu Islam.
  • Menjadi guru itu tidaklah mudah, tidak hanya dibutuhkan ilmu pengetahuan, kecerdasan, tapi juga kebijaksanaan, keikhlasan, kesabaran, ketawaddu`an, dll.
  • Seorang murid haruslah tetap berakhlak terhadap gurunya, walaupun si murid telah menjadi pejabat tinggi atau bahkan telah menjadi raja sekalipun, sementara gurunya terlihat hanya menjadi rakyat biasa. 
Kisah Nyata ini diceritakan ulang secara langsung oleh sumbernya ke Tim Webmaster YMAN.

Buat Tautan ke Postingan ini: Karena Menerima 21 Juta, Guru ini pun Dihina

Animasi Button Majlisasmanabawi: animasi majlisasmanabawi copy paste di sidebar situs anda

Share Ke Sosmed Anda:

Komentar Pesbuker: Karena Menerima 21 Juta, Guru ini pun Dihina